Polemik Tembagapura, Satu  Brimob Kembali Meregang Nyawa

Polemik Tembagapura, Satu Brimob Kembali Meregang Nyawa

Polemik Tembagapura yang mulai menegang sejak Jumat pekan lalu kembali menelan  korban  dari korps Brimob Detasemen B Polda Papua bernama Brigadir Firman. (Foto Ilustrasi: Penembakan - Antara)

MIMIKA, dawainusa.com Polemik Tembagapura yang mulai menegang sejak Jumat pekan lalu kembali menelan  korban  dari korps Brimob Detasemen B Polda Papua bernama Brigadir Firman.

Suami dr. Santalusia Manangsang itu tewas tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat patroli di perbukitan daerah Mile 69 Tembagapura. Firman mengalami luka pada punggung.

(Baca juga: Pilkada, Pesan Agama dan Imperatif Hukum)

“Terkena tembak mengakibatkan luka di bagian punggung, dan meninggal dunia,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto  di Jakarta,  dilansir tribunnews.com, Rabu (15/11).

Jenasah ayah dari putri berusia 8 tahun itu, direncanakan dimakamkan di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (15/11). “Rencana sore ini akan dimakamkan di Timika,” ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal.

Untuk diketahui, selain Brigadir Firman, seorang korban lain atas nama Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Yongky Rumte, juga terluka pada bagian punggung. Yongky kini tengah menjalani perawatan intensif.

Kronologi Kejadian

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto menjelaskan, kronolgi peristiwa tersebut berawal dari penembakan terhadap kendaraan patroli zona Tembagapura mile 69 pada Selasa (14/11), Pkl.08.20 waktu setempat. Penembakan ini mengakibatan seorang karyawan PT Freeport Indonesia bernama Raden Totok Sahadewo mengalami luka tembak di bagian paha kanan.

Kemudian pada malam hari yang sama hingga Rabu subuh (15/11) Satgas terpadu dari Brimob Detasemen B Polda Papua melaksanakan patroli menelusuri perbukitan di mile 69 Tembagapura. Sekitar 03.50 WIT terjadi penembakan terhadap anggota Brimob yang sedang patroli.

(Baca juga: Pertimbangan Moral dalam Pelaksanaan Kekuasaan)

Patroli pada Rabu subuh inilah yang mengakibatkan suami dari ibu yang sedang mengandung dua bulan itu tertembak bersama rekannya Bripka Yongky Rumte yang untung masih tertolong nyawanya.

Polri Masih Lakukan Pendekatan Persuasif

Menanggapi situasi runyam di Tembagapura tersebut, Kepolosian Republik Indonesia menegaskan masih berusaha melakukan pendekatan persuasif dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sempalan OPM tersebut, sebagaimana dilansir detik.com, Rabu (15/11).

“Kita masih jalan persuasif ya. Tapi mengenai (langkah) teknis lain, tidak bisa disampaikan kepada publik karena pasti akan didengar mereka (KKB) juga,” kata Kapolri Jendral Tito Karnavian setelah membuka Forum Polisi Lalu Lintas se-ASEAN di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Jendral Tito tidak eksplisit menyampaikan batas waktu melakukan pendekatan tersebut. Dirinya menanti laporan Kapolda Papua Irjend Boy Rafli Amar dan Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit karena dua tokoh ini yang mengetahui situasi dilapangan.

“Semua sangat situasional. Yang menentukan nanti Pangdam dan Kapolda. Mereka nanti yang menentukan karena mereka yang di lapangan tahu situasinya. Kita di Jakarta tidak tahu situasi sebenarnya,” ujar Tito.

Kepada korban, mantan Kapolda Polda Metro Jaya itu menjanjikan akan menaikkan pangkat. “Kami sampaikan duka sedalamnya kepada keluarga korban. Kami berikan juga penghargaan kenaikan pangkat Anumerta dan hak lain juga akan diberikan,” kata Tito.* (RSF)