Polemik Rizal Ramli vs Surya Paloh yang Berujung di Kantor Polisi

Polemik Rizal Ramli vs Surya Paloh yang Berujung di Kantor Polisi

JAKARTA, dawainusa.com Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli melaporkan Ketum NasDem Surya Paloh ke Bareskrim Polri. Rizal menuduh Paloh mencemarkan nama baiknya.

Ketegangan antara Rizal dan Surya Paloh berawal dari perkataan Rizal yang dianggap mencemarkan nama baik Surya Paloh di salah satu acara TV. Setelah itu, kuasa hukum NasDem melaporkan Rizal ke Polda Metro Jaya.

Rizal tidak terima dilaporkan hingga akhirnya dia melaporkan balik Surya Paloh. Dia mengatakan NasDem salah melaporkan dia.

Baca juga: Nikita Mirzani Sebut Fadli Zon Hanya Berani di Twitter

“Karena ada dugaan (Surya Paloh) cemarkan nama baik Rizal Ramli. Karena menurut lawyer atas nama NasDem, kami merusak nama baik NasDem. Padahal tidak pernah ada satu kata pun kami menyebut nama NasDem,” ucap Rizal kepada wartawan di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Selain itu, NasDem menuduh Rizal menyebut Surya Paloh berengsek. Rizal menepis hal tersebut. “Yang ada penjelasan impor pangan yang ugal-ugalan yang merugikan petani dan rakyat kita. Dan ada kata, ‘ini adalah berengsek.’ Ini itu adalah tindakan impor ugal-ugalan,” ucap Rizal.

Rizal merasa dirugikan secara imateriil dan materiil oleh Surya Paloh. Dia akan menuntut Surya Paloh membayar uang sebesar Rp 1 triliun.

“Kerugian materiil dan imateriil, itu Rp 100 miliar, total Rp 1 triliun. Kami minta, seandainya polisi berhasil membuktikan dugaan merusak nama baik ini, agar Surya Paloh ganti rugi kerugian materiil dan imateriil seluruhnya. Nanti kami akan berikan seluruhnya kepada petani dan tambak garam di Indonesia,” ucap Rizal.

Rizal Ramli polisikan Surya Paloh – detik.com

Tanggapan NasDem

Ketua DPP Bidang Hukum, Advokasi, dan HAM partai NasDem, Taufik Basari mengatakan pelaporan tersebut tidak menjadi masalah karena hak dari Rizal Ramli.

Namun demikian, dia menegaskan jika Rizal Ramli paham hukum, harusnya bisa segera mengklarifikasi saat pihaknya melakukan somasi.

Baca juga: Penembakan di DPR, Ketika Peluru Menembusi Kerudung Pegawai

“Tidak masalah, itu hak Pak Rizal Ramli untuk melaporkan laporan ke manapun atas nama apapun. Kalau Pak Rizal paham hukum kan, jika ingin mengklarifikasi bisa dilakukan ketika kita mensomasi atau saat pemeriksaan BAP terkait laporan kita. Kami dari kuasa hukum Pak Surya Paloh sudah menyerahkan semuanya kepada proses hukum yang berjalan,” ucap Taufik seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (16/10).

Dia menuturkan, jika Rizal Ramli tak merasa menuduh Surya Paloh, harusnya berani mencabut perkataannya.

“Jika memang menurut Pak Rizal Ramli dia tidak bermaksud menyatakan hal-hal yang sudah dia sampaikan di televisi, yakni menuduh Pak Surya bermain impor, sehingga Presiden takut menegur, semestinya Pak Rizal cabut kata-katanya sebagaimana permintaan dari somasi kami. Sayangnya, hal tersebut tidak dilakukan. Sehingga kami terpaksa membuat laporan polisi,” jelas Taufik.

Langkah yang Tepat

Sementara itu, Partai Gerindra menilai laporan Rizal Ramli terhadap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh merupakan langkah tepat.

“Saya rasa langkah yang tepat yang dilakukan Bang RR (Rizal Ramli) ya untuk melaporkan balik,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (16/10).

Baca juga: Komentar Boni Hargens Soal Seruan Kampanye Negatif Presiden PKS

Menurut Andre, selama ini ketegangan di antara Rizal dan Surya terlihat nyata di muka publik. Karena itu, ia menyebut penyelesaian di ranah hukum jadi jalan keluar terbaik.

“Jadi diuji saja, siapa yang salah nanti diproses hukum. Ini pembelajaran bagi semua pihak. Kita hindari pertengkaran di media massa yang menambah runyam masalah, jadi ya diuji saja lewat pengadilan. Itu rasanya lebih tepat,” sebut Andre.

Seperti diketahui, kasus ini berawal dari pernyataan Rizal Ramli yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak berani tegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kebijakan impor pemerintah karena takut kepada Ketum Nasdem Surya Paloh, awal September lalu.

Kader NasDem tersinggung dengan pernyataan Rizal dengan melayangkan surat somasi. Mereka menuntut Rizal minta maaf dan mencabut pernyataannya. Namun dari 3×24 yang telah ditentukan, Rizal tak kunjung minta maaf. Rizal pun dilaporkan ke polisi, Senin (17/9/2018).

Laporan kader NasDem meliputi tiga poin. Pertama, Rizal Ramli mengesankan Surya Paloh bermain dalam kebijakan impor. Kedua, Jokowi seolah-olah takut kepada Surya Paloh. Ketiga, Rizal sudah berkata yang tak patut kepada Surya Paloh.

Namun, pihak Rizal Ramli merasa aneh atas laporan NasDem. Karena permasalah tersebut disinyalir cuma antara Rizal dan Paloh. Rizal pun melaporkan balik.*