Polemik Cawapres Sandiaga Uno Langkahi Makam Pendiri NU Kiai Bisri

Polemik Cawapres Sandiaga Uno Langkahi Makam Pendiri NU Kiai Bisri

FOKUS, dawainusa.com Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno, terekam kamera melangkahi makam pendiri Nahdatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri.

Kejadian itu terjadi pada 22 Oktober 018 lalu di Kompleks Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Momen tersebut kemudian viral dan menjadi perbincangan Publik setelah sebuah video berdurasi 15 detik beredar di media sosial.

Video itu diunggah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syahadah, Karanganyar, Candra Malik. Saat itu, Candra me-mention akun @sandiuno untuk meminta klarifikasi kebenaran video itu.

“Benarkah Anda, Saudara @sandiuno telah melangkahi Maqbarah Kiai Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang ketika berziarah? Mendiang adalah salah satu tokoh Islam yang ikut mendirikan Nahdlatul Oelama bersama Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari,” kicau @candramalik menyertai unggahan video itu, Jumat (9/11).

Baca juga: Hukuman Mati Tuti, Sandiaga Ungkit Jasa Prabowo Bebaskan Wilfrida

Unggahan Candra Malik ini juga mengawali polemik baru di ruang Publik karena masing-masing pihak punya cara pandang masing-masing terhadap tindakan mantan Wakil Gubernur Jakarta itu.

Warga Jombang sendiri misalnya mengecam Sandiaga dan turun ke jalan melakukan aksi pada Senin, (12/11). Mereka protes karena kecewa dengan apa yang dilakukan Sandiaga Uno.

“Kami mengecam perilaku Sandiaga yang tak memiliki tata krama saat ziarah ke makam Kiai Bisri Syansuri. Kami menyatakan kekecewaan atas perilaku tidak terpuji yang dilakukan Sandiaga Uno,” ujar kordinator aksi Faizuddin Fil Muntaqobat seperti dilaporkan Beritajatim.com.

Protes lain datang dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Mereka menilai tindakan Sandiaga Uno dianggap melanggar tradisi yang tidak hanya berlaku di NU, tapi juga di masyarakat Indonesiasecara umum.

“Secara etika, Sandiaga Uno melanggar unggah-ungguh (tata krama) kita. Masyarakat NU tersinggung karena makam ulamanya dilangkahi. Itulah akibatnya kalau pemimpin tidak paham kultur politik bangsanya,” kata Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Nasyirul Fallah Amru.

Pria yang biasa disapa Gus Falah mengaku sudah menyaksikan melalui video yang beredar bagaimana cara Sandiaga Uno berziarah. Dia menilai, selama ini, politikus Partai Gerindra itu tidak mengetahui adab atau etika berziarah kubur.

“Makam itu diduduki saja enggak boleh, ini malah dilangkahi sama Sandiaga, itu bukan watak warga NU. Cara Sandiaga menabur bunga juga seperti memberi makan kepada ternak,” ungkap Gus Falah.

“Menabur bunga itu harus sopan, duduk, bersimpuh. Sebab, ziarah itu harus dilakukan dengan niatan bersih, dan tidak bisa dilakukan dengan motif kekuasaan hanya karena menjadi calon, lalu menjadi rajin ziarah kubur,” sambung Gus Falah.

Sementara itu, Ketua DPP PKB yang juga kader NU, Abdul Kadir Karding mengungkit label santri Sandiaga. Menurutnya kalau tahu adab ziarah, mantan Wagub DKI itu tak pantas melangkahi  makam.

Itu tak terkecuali bagi para santri maupun orang biasa. Dia menyoroti Sandiaga sebagai seorang pemimpin. “Sebagai calon pemimpin, apalagi Indonesia yang terkenal adab sopannya, tentu ini tidak pantas dilakukan. Karena pemimpin itu mesti jadi contoh rakyat,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf itu.

Sandiaga Uno Tak Ada Niat Lecehkan Makam Kiai Bisri Syansuri

Terpisah, tim sukses Prabowo-Sandiaga Uno sendiri sudah mengkonfirmasi tentang video tersebut. Mereka mengatakan tak ada niat Sandiaga melecehkan makam Kiai Bisri Syansuri.

“Yang pasti Bang Sandi nggak punya niat apa-apa untuk melecehkan makam atau apa pun juga ya. Yang pasti Bang Sandi nggak punya niat jelek untuk tidak hormat,” kata jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengaku belum mengetahui tentang video tersebut.

“Saya belum lihat sih. Tapi ya saya kira itu kan teknis banget ya. Mungkin agak repot atau apa,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/11).

Fadli menilai ini hanyalah masalah kecil. Kata dia, banyak hal yang lebih penting harus diperhatikan salah satunya adalah kondisi ekonomi Indonesia.

Baca juga: Alasan PKS Sebut Mesin Politik Prabowo-Sandiaga Terancam Mati

“Apa sih masalah-masalah kayak gini dampaknya bagi bangsa? saya kira masalah makam saja. Menurut saya yang harus diangkat itu ekonomi seperti apa, hidup susah, harga meningkat. Tapi kalau masalah makam jadi pemberitaan ya agak gimana ya, saya kira agak kurang mendidik,” ucapnya.

Atas beredarnya video tersebut, Sandiaga sendiri menagku khilaf dan meminta maaf. “Pertama-tama, tentunya permohonan maaf. Manusia itu pasti ada khilaf. Saya hampir tiap hari berkunjung di kubur, ziarah,” kata Sandiaga di Warkop 45 Jl Arifin Achmad, Pekanbaru, Riau, Senin (12/11) seperti dilansir Detik.com.

Sandiaga mengatakan, setiap kali berziarah, selalu ada orang yang memandunya. Namun Sandiaga tak mau menyalahkan pihak lain.

“Dan dalam ziarah tersebut, tadi juga ada ziarah kubur, di sini juga ada pemandunya. Dan tanpa mau menyalahkan siapa-siapa, saya harus berani mengambil risiko ini bahwa kesalahan ada di saya,” ujar dia.

“Oleh karena itu kesalahan saya, saya mohon maaf. Dan tentunya manusia penuh khilaf, penuh salah. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf,” imbuh Sandiaga.*

COMMENTS