Cegah Takbir Keliling, Polda NTT Tempatkan Personel di Sejumlah Titik
Foto/Ist

Dawainusa.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menempatkan personel di sejumlah titik untuk mencegah takbir keliling.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Lotharia Latif kepada wartawan di Kupang, Senin, (19/7/2021)

“NTT, khususnya Kota Kupang masih zona merah. Oleh karena itu saya sudah mengimbau agar pelaksanaan takbir keliling ditiadakan,” katanya.

Baca jugaPermintaan Hewan Kurban Menjelang Idul Adha di Kota Kupang Turun

Persiapan Polda NTT untuk Pengamanan Idul Adha

Penempatan para perseonel disampaikan berkaitan dengan pengamanan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dan upaya pihak kepolisian mencegah terjadinya kerumunan menjelang pelaksanaan Idul Adha karena masih dalam pandemi COVID-19.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang untuk melarang takbir keliling.

“Setelah Shalat Isya mungkin sekitar satu jam bisa dilakukan malam takbir di masjid setelah itu diimbau kembali ke rumah masing-masing,” tambah dia.

Menurut dia, Sejumlah ruas jalan di Kupang yang sering menjadi lokasi malam takbir keliling akan dijaga ketat aparat kepolisian dan pihak keamanan lain untuk mencegah hal tersebut.

Selain malam takbir keliling, kata dia, pelaksanaan Shalat Id tidak boleh dilakukan secara berjamaah, tetapi dilakukan di rumah masing-masing.

‘Pelaksanaan Shalat Id hanya boleh dilakukan di rumah masing-masing atau bersama keluarga tetapi tidak boleh dalam jumlah banyak yang menimbulkan kerumunan,” tambah dia

Sementara itu untuk lokasi penyembelihan hewan kurban, tambah dia, diharapkan tidak dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya di mana warga disuruh datang ke lokasi penyembelihan yang dapat menimbulkan kerumunan.

Kapolda NTT berharap agar panitia masjid bisa mengantar langsung ke rumah agar tidak ada warga yang datang ke lokasi penyembelihan, kecuali panitia kurban.

“Kami nanti dengan pemda akan keliling untuk memantau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban,” tambah dia.*