Gambar Ilustrasi/Ist

Dawainusa.com – Pasca bencana siklon tropis, PT PLN (Persero) menyebut 93 persen listrik di Nusa Tenggara Timur (NTTI kini sudah pulih kembali.

Hal ini diungkapkan oleh direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Syamsul Huda.

“Ini data pukul 08.00 WITA pagi tadi,” ucap Syamsul secara virtual, Senin (19/4/2021) dikutip Dawainusa.com dari TribunNews.

Baca jugaPasca Bencana Siklon Tropis, Muncul Danau Baru di Kota Kupang

Perkembangan PLN di NTT

Menurutnya, setelah 3.686 gardu listrik berhasil dipulihkan, maka sambungan listrik bagi 593.881 pelanggan atau sekitar 93,4 persennya sudah bisa dinikmati pagi tadi.

“Sisanya mudah-mudahan bisa kami selesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ucap Syamsul.

Syamsul menyebut, adanya badai Seroja di Laut Sawu, NTT, beberapa waktu lalu membuat PLN melakukan pemadaman selama dua minggu.

“Oleh karena itu kami di PLN memohon maaf dengan adanya gangguan akibat musibah tersebut,” ujar Syamsul.

General Manager PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko menambahkan, perbaikan instalasi listrik terus dilakukan oleh PLN dan relawan, di mana saat ini sudah 93 persen lebih telah berhasil diperbaiki.

“Kenapa masih ada sisa, karena pertama di Pulau Sabu, Pulau Rote, Pulau Alor, Lembata, Adonara demikian juga Sumba Timur ini sudah berproses,” ujarnya.

“Di Lembata, Adonara, Sumba Timur ada kendala juga di askes jalan yang putus sehingga dari Bapak Kepala BPBD juga sedang mengusahakan supaya petugas PLN bisa masuk lokasi yang terdampak,” sambung Jatmiko.

PLN
Gambar Ilustrasi/Ist

Baca jugaViral Kisah Ibu dan Anak yang Dikira Kakak-Adik

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bencana banjir siklon tropis telah membuat beberapa wilayah di NTT dilanda bencana banjir.

Banjir tersebut bahkan sampai memakan korban jiwa hingga banyak orang yang kehilangan keluarga dan kerabatnya.

Banyak orang harus kehilangan tempat tinggal lantaran dihantam badia banjir di walayah tersebut.

Tidak hanya itu, banyak masyarakat juga yang harus mengungsi dari kampung mereka untuk mencari tempat yang aman dan jauh dari bencana.

Di Pulau Adonara, banyak yang menjadi korban dari bencana yang menghantam wilayah tersebut.

Kini banyak bantuan mengalir dari berbagai pihak yang peduli dengan para korban bencana di NTT terutama masyarakat yang mengalami banyak kerugian dari peristiwa tersebut.