Pilkada NTT, Viktor Laiskodat: Pemimpin Harus Kuat Seperti Kuda Sumba

Pilkada NTT, Viktor Laiskodat: Pemimpin Harus Kuat Seperti Kuda Sumba

Dalam orasi politiknya, bakal calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat serukan pemimpin harus kuat seperti kuda Sumba. Viktor akan didampingi Josef Nae Soi dalam perhelatan Pilkada NTT mendatang. (Foto: Viktor Laiskodat - ist)

TAMBOLAKA, dawainusa.com Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi, menggelar deklarasi di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Jumat (5/1).

Dalam orasi politiknya, Viktor mengatakan, pemimpin itu harus kuat seperti kuda Sumba. Pernyataan itu disampaikannya di depan ribuan warga Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Pemimpin itu harus kuat seperti kuda Sumba, siap dipacu kapan saja, lari dengan kecepatan berapa pun, dan tetap siap bertarung. Jadi pemimpin itu tidak boleh capai. Kapan mau pacu langsung pacu,” ujar Viktor, di Lapangan Galatama Tambolaka, Sumba Barat Daya, Jumat (5/1).

Baca juga: Suaminya Hilang Diterkam Buaya, Agustina Kian Gelisah dan Sulit Tidur

Menurut Viktor, pemimpin daerah itu harus mempunyai kekuatan fisik yang prima dan punya hati melayani. Itulah pemimpin yang paham dan mencintai rakyatnya. Pemimpin itu seperti seorang guru, membuat mereka yang tidak mengerti menjadi paham.

Adapun pekan lalu, Viktor-Josef yang diusung Partai NasDem, Golkar, Hanura, dan PPP menggelar deklarasi di Kota Kupang. Deklarasi di Sumba Barat Daya dijadwalkan berlangsung pada 5 januari. Setelahnya, dilanjutkan deklarasi di Waingapu, Sumba Timur.

Empat Partai Resmi Mendukung Viktor-Josef

Empat partai secara resmi mendukung Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT pada pilkada 2018. Empat partai tersebut yakni Nasional Demokrat (NasDem), Golongan Karya (Golkar), Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dukungan tiga partai (NasDem, Golkar, Hanura), disampaikan saat deklarasi paket dengan tagline “Victory Joss” di Lapangan Sitarda Lasiana, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Rabu (20/12) lalu.

Baca juga: Pilkada Serentak, Akankah Membawa Dampak Positif Bagi Pertumbuhan Ekonomi?

Bentuk dukungan diberikan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) partai pendukung dan diserahkan langsung Ketua DPD NasDem NTT Jacky Uly, Ketua DPD Golkar NTT Melki Laka Lena, dan perwakilan dari Hanura. Selain penyerahan SK, dukungan tiga partai tersebut disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap tiga partai.

Sementara itu, PPP juga resmi mendukung Viktor-Josef menjadi calon gubernur dan wakil gubernur NTT 2018. Namun, PPP tidak punya wakil di DPRD Provinsi NTT, sehingga hanya bisa dikatakan sebagai partai pendukung dan bukan partai pengusung. Meski demikian, dengan kekuatan basis potensial di kabupaten/kota dipastikan dapat memberikan kontribusi suara.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi NTT Jainudin Lonek mengatakan, keputusan mendukung Viktor untuk menjaga kebersamaan terjalin dari pengurus pusat hingga daerah. Selain itu, menurutnya, jauh sebelum Viktor maju bertarung di pentas politik pemilihan gubernur NTT, sudah banyak hal yang dilakukan terutama soal kepedulian sosialnya.

Dirangkaikan dengan Deklarasi Pasangan Markus-Gerson

Sekitar 30.000 warga Sumba Barat Daya menghadiri acara deklarasi pasangan Victory-Joss di Lapangan Galatama Tambolaka, Sumba Barat Daya, Jumat (5/1).

Deklarasi tersebut dirangkaikan dengan deklarasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Tallu dan Gerson Tanggu Dendo.

Baca juga: Selama 2017, Sebanyak 62 TKI Ilegal Asal NTT di Malaysia Meninggal Dunia

“Deklarasi di Sumba Barat Daya akan dirangkai dengan deklarasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang diusung NasDem, Golkar, dan PKS,” kata Sekretaris DPW Partai NasDem NTT, Alexander Ofong.

Adapun deklarasi tersebut diawali dengan ritual adat dari para rato yang mewakili tiga wilayah besar Kabupaten Sumba Barat Daya yakni Kodi, Wewewa, dan Loura. Ritual itu berisi dukungan dan disampaikan masing-masing rato dalam bahasa daerah wilayah setempat.* (AK)