Petahana Gandeng Yusril Mahendra, Oposisi Pilih Hotman Paris?

Petahana Gandeng Yusril Mahendra, Oposisi Pilih Hotman Paris?

FOKUS, dawainusa.com Kubu petahana, Jokowi-Ma’ruf resmi menaggandeng Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara di Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang. Yusrill sendiri mengaku tawaran menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf ini sudah datang sejak lama.

Namun, ia baru menjawab permintaan itu saat bertemu Ketua Tim Sukses (Timses) Jokowi-Maruf, Erick Thohir di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (4/11).

“Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi-Pak Kiyai Ma’ruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon Capres-cawapres,” kata Yusril.

“Maka saya katakan pada Pak Erick, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu,” tambah Yusril.

Baca juga: Kegelisahan Tim Jokowi Soal Hoaks yang Dinilai Merusak Pilpres 2019

Meski bersedia menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf, namun Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini menegaskan bahwa ia tidak tergabung dalam tim kampanye nasional. Ia sebagai pengacara dari luar tim akan membantu jika Jokowi-Ma’ruf dan timnya berhadapan dengan proses hukum selama masa kampanye Pilpres.

“Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang dilanggar, Beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta- yang sesungguhnya atau sebaliknya, agar segala sesuatunya dapat diletakkan pada proporsi yang sebenarnya,” kata Yusril.

Yusril mengatakan, dengan menerima pinangan menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf ia berharap dapat menyumbangkan sesuatu pada Pilpres dan Pemilu serentak agar berjalan adil dan jujur.

“Bagi saya hukum harus ditegakkan secara adil bagi siapa pun tanpa kecuali. Menjadi lawyer haruslah memberikan masukan dan pertimbangan hukum yang benar kepada klien, agar klien tidak salah dalam melangkah, serta melakukan pembelaan jika ada hak-haknya yang dilanggar pihak lain,” papar Yusril Ihza Mahendra.

Yusril Jadi Gabung ke Petahana, Hotman Paris Jadi Pengacara Prabowo-Sandi?

Pada kesempatan lain Yusril menyebut, saat dirinya dipercayakan sebagai pengacara kubu Petahana, kubu oposisi menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukum. Kata Yusril, hal itu ia dengar dari orang dekat Prabowo dan Anies Baswedan.

“Saya mendengar dari Pihak Pak Prabowo dan Pak Anies, sudah menunjuk Pak Hotman Paris sebagai lawyernya. Mudah-mudahan informasi yang saya terima tidak salah,” ujar Yusril seperti dilansir Merdeka.com, Senin (5/11).

Namun pernyataan Yusril tersebut ditepis oleh Hotman Paris. Hatman menyebut dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan Pihak Prabowo-Sandi. “Enggak aku netral, nggak ada komunikasi,” kata Hotman seperti dilansir Contan.co.id.

Hotman menegaskan dirinya terlalu banyak menangani perkara bisnis internasional sehingga tidak meladeni perkara-perkara yang berbau politik.

“Saya tegaskan di sini bahwa saya menangani berbagai banyak perkara bisnis internasional (dan) perkara kepailitan. Sehingga, ada halangan bagi saya untuk menangani perkara politik. Ada halangan bagi saya untuk menangani masalah politik,” tutur Hotman.

Baca juga: Pesimisme Timses Jokowi Soal Janji Prabowo Hentikan Impor

Hotman mengaku dirinya memang pernah menjadi pengacara untuk sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Bahkan, keluarga Prabowo Subianto dan Hasjim Djojohadikusumo juga pernah menjadi klien Hotman Paris Hutapea.

“Saya sampai hari ini masih menjadi pengacara dari Harry Tanoesoedibjo, Ketua Perindo, MNC Group. Tapi saya tidak menangani perkara politik. Karena klien-klien saya para konglomerat tidak setuju kalau mencampuradukkan perkara bisnis dan politik. So, saya tidak menangani perkara politik,” tegas Hotman Paris Hutapea.

Terpisah, Badan Tim Pemenangan Prabowo-Sandi membatah soal kabar Hotman Paris direkrut oleh pihaknya untuk menjadi pengacara di Pilpres. Bantahan tersebut dilayangkan merespons pernyataan Yusril Ihza Mahendra bahwa Hotman Paris telah menjadi pengacara Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Dari tim Prabowo-Sandi, saya sebagai Direktur Advokasi memastikan bahwa kami tidak melakukan perekrutan,” kata Dasco.

Dia mengatakan, Hotman memang sudah lama menjadi pengacara di beberapa perusahaan milik Hasyim Djojohadikusumo yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Menurut dia, hubungan Hotman tidak menyangkut politik, hanya sebatas profesional.

Sementara merespons penunjukan Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin, BPN juga menyoroti tarif gratis jasa hukum Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.

“Kalau di pihak sana ada Yusril sebagai profesional, di koalisi Prabowo-Sandi ada banyak pengacara profesional yang tidak dibayar,” ujar Dasco.*

COMMENTS