Pesimisme Timses Jokowi Soal Janji Prabowo Hentikan Impor

Pesimisme Timses Jokowi Soal Janji Prabowo Hentikan Impor

JAKARTA, dawainusa.com – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Irma Surya Chaniago menilai apa yang dikampanyekan oleh capres Probowo Subianto soal swasembada pangan hanya sekedar janji politik.

Irma tidak percaya kepada Ketua Umum Gerindra tersebut akan menghentikan kebijakan impor pangan ketika jadi presiden. Hal ini ia sampaikan untuk menjawab kebijakan impor pemerintah sekaligus kritik atas ide swasembada pangan Prabowo.

Irma yang juga Ketua DPP Partai Nasdem tersebut mempertanyakan komitmen dan konsistensi dari partai gerindra dalam memjawab janji politiknya kepada masyarakat.

Baca juga: Jokowi Menolak Berkomentar Soal Aksi Guru Honorer di Depan Istana

Pada pilkada DKI Jakarta, tegas Irma, Partai Gerindra pernah memberi janji kepada masyarakat tentang rumah DP nol persen. Kenyataan hingga saat ini, kampanye itu belum dijawab.

“Susah kalau jualan ‘yang penting menang’. Soal besok dilaksanakan atau tidak, itu tidak penting,” kata Irma di Jakarta, Senin (5/11).

Ia pun mengingatkan kepada capres nomor urut dua ini untuk tidak sekedar memberi janji kepada masyarakat. Janji dalam kampanye politik dimesti dihitung dengan benar soal pelaksanaannya.

Karena setelah terpilih, presiden dan wakil presiden mempunyai kewajiban untuk merealisasikan dan masyarakat akan menuntut hal tersebut.

Prabowo Diminta Tidak Alergi Impor

Hal yang sama disampaikan oleh Juru bicara TKN pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. Pihaknya mengingatkan kepada capres Prabowo untuk memberi janji kepada masyarakat yang mudah dilaksanakan.

Peringatan ini sekaligus memberitahukan kepada Ketua Umum Gerindra tersebut bahwa situasi dan perkembangan ekonomi nasional selalu berubah.

Aceh meminta kepada Prabowo Subianto untuk tidak anti dengan kebijakan ekonomi pemerintah terutama terkait dengan impor pangan.

Upaya impor pangan, kata Ace, dilakukan oleh pemerintah berdasarkan pertimbangan kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok dapat terpenuhi.

Baca juga: Gara-gara ‘Tampang Boyolali’ Prabowo Subianto Dipolisikan

Menurut Ace, kebijakan impor pemerintah selama ini merupakan langkah yang tepat. Mengingat persedian bahan pangan dalam negeri masih kurang.

Karena itu, kebijakan impor pangan dinilai sebagai jawaban untuk memenuhi keseimbangan kondisi ekonomi yang ada dalam negeri. “Clear, saya kira, jangan alergi terhadap impor,” ujar Ace.

Terkait dengan ide kedaulatan pangan seperti yang disampaikan Praowo, kata Ace, pemerintah sudah melakukan berbagai macam upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Hasilnya juga sudah dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kendati demikian, masyarakat Indonesia diminta untuk memahami alasan pemerintah dibalik kebijakan impor pangan dari luar negeri. “Perlu disadari bahwa ada alasan tertentu yang memaksa kita harus melakukan impor pangan,” tegas Ace.

Komitmen Prabowo Soal Pangan

Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa komitmen Prabowo Subianto soal pangan berangkat dari kemampuan dan potensi yang ada di Indonesia.

Berbicara soal pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, ujar Dahnil, menjadi kelebihan utama negara Indonesia. Potensi ini tidak memberi manfaat kepada masyarakat karena tata kelola yang kurang baik dari pemerintah.

Dahnil menyebut beberapa komiditas unggulan yang menjadi potensi lokal Indonesia yang layak untuk dikembangkan. Beberapa diantaranya yakni beras, jagung, singkong, tebu, dan garam.

Baca juga: Tak Bergeraknya SBY di Kubu Prabowo-Sandi, Apa yang Terjadi?

Bahan pangan ini, lanjut Dahnil, dapat dimaksimalkan pengelolaannya oleh pemerintah agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan dalam negeri.

“Jadi yang dimaksud Pak Prabowo tidak impor sama sekali itu terkait dengan komoditi dan produk primer yang seharusnya bisa kita maksimalkan di dalam negeri,” jelas Dahnil.

Sebelumnya, capres Prabowo Subianto berjanji dalam kampanyenya untuk tidak melakukan kebijakan impor d bidang pangan hingga sektor energi. Ketua Umum Gerindra tersebut berjanji memujutkan ciya-cita swasembada pangan maupun energi.

“Kita tidak akan impor apa-apa saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar,” demikian Prabowo dalam kampanyenya.*

COMMENTS