Pesan Terakhir Suporter Persija Jakarta Sebelum Ajal menjemput

Pesan Terakhir Suporter Persija Jakarta Sebelum Ajal menjemput

JAKARTA, dawainusa.com Haringga Sirla tewas setelah dikeroyok oleh oknum suporter lain jelang laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada pekan ke-23 Liga 1 2018.

Pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, beberapa jam sebelum kick off pertandingan dimulai yaitu pada pukul 15.30 WIB.

Haringga Sirla sempat meminta tolong kepada tukang bakso saat dikeroyok namun nyawa korban sudah tidak terselamatkan lagi. Hingga ajal menjemput, Haringga menunjukkan rasa cinta yang mendalam pada Persija Jakarta.

Baca juga: Kronologi Tewasnya Suporter Persija Jakarta Setelah Dikroyok Massa

Bahkan dalam postingan terakhir di media sosial Twitter, pria asal Jakarta Barat itu sempat memberikan pesan semangat bagi tim Macan Kemayoran.

“Jangan biarkan macan berjuang sendirian, ayo jangan kendor @Persija_jkt #PersijaDay,” tulis Haringga Sirla.

Cuitan tersebut menjadi pesan semangat terakhir yang diberikan Haringga kepada Persija Jakarta. Pria berusia 23 tahun itu baru saja selesai menyantap makanan di Stasiun Gambir saat mencuitkan kata-kata tersebut.

Kompetisi Dihentikan Sementara

Menanggapi tragedi tersebut, Badan Olahraga Profesional Indonesia ( BOPI) mengimbau PSSI untuk menghentikan sementara kompetisi sepak bola di Indonesia, termasuk Liga 1 dan Liga 2.

BOPI mengaku sangat prihatin kejadian tersebut kembali terjadi. BOPI telah menggelar pertemuan dengan perwakilan PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Persija Jakarta di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Senin (24/9/2018).

Baca juga: Kado Sang Ayah untuk Bayinya Sebelum Meninggal Karena Kanker

Kubu Persib Bandung absen pada pertemuan tersebut dengan alasan jarak. Ketua BOPI, Richard Sambera, memberikan beberapa poin sikap atas tragedi tersebut.

Pada poin pertama, BOPI mengutuk keras kejadian yang terjadi di Stadion GBLA. Richard Sambera berharap agar kejadian tersebut tidak terulang lagi di olahraga profesional di Indonesia, khususnya sepak bola.

“Poin kedua, kami meminta kepada PSSI dan PT LIB bersikap sangat serius untuk menangani kasus tersebut. Sejumlah kasus pernah terjadi dan permasalahan itu tidak diikuti dengan konkret oleh PSSI dan PT LIB,” kata Richard.

“PSSI dan PT LIB harus bisa menyelesaikan permasalahan ini selama satu pekan ke depan atau tidak bisa menggelar kompetisi liga profesional sebelum permasalahan itu selesai,” kata Richard menambahkan.

Mantan perenang nasional itu berharap ada sanksi yang tegas dan jelas supaya memberikan efek jera untuk masa depan. Kata Richard, kejadian pembunuhan itu bukan menjadi bagian dari olahraga mana pun di dunia.

“Mulai besok, kami mengimbau kompetisi dihentikan hingga satu pekan ke depan. PSSI dan PT LIB harus memberikan keputusan dalam waktu itu. PSSI harus membenahi masalah itu agar tidak terjadi lagi,” kata Richard.

Untuk poin ketiga, Richard mengatakan setiap klub profesional di Indonesia harus bisa aktif menertibkan suporternya. Keempat, dia berharap semua elemen suporter menghentikan permusuhan dan fokus membangun kompetisi yang lebih baik lagi serta bermartabat.

“Poin kelima, kami mengajak masyarakat Indonesia agar tidak menyebarkan video dan foto-foto terkait kejadian tersebut agar tidak memengaruhi suasana,” kata Richard.

“(Kami) Mengajak seluruh elemen olahraga profesional untuk terus meningkatkan kedewasaan dan sikap toleran agar kegiatan olahraga profesional bisa berjalan dengan tata kelola semakin baik, mandiri, dan profesional,” tuturnya mengakhiri.*