Pertama Kali di NTT, Tersangka Korupsi Ikut Berlaga di Pilgub

Pertama Kali di NTT, Tersangka Korupsi Ikut Berlaga di Pilgub

Dari antara figur cagub dan cawagub yang akan ikut bertarung tersebut, ada yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada pun figur tersebut adalah Marianus Sae. (Foto: Marianus Sae bersama Andreas Hugo Parerira - ist)

JAKARTA, dawainusa.comKomisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT yang akan bertarung dalam Pilkada 2018 mendatang.

Ada empat pasangan calon ditetapkan, yaitu pasangan Esthon – Christ diusung  Partai Gerinda dan Partai Amanat Nasional (PAN), dan pasangan viktory – Joss diusung Partai Nasional Demokratik (NasDem), partai Golkar, dan partai Hanura.

Selanjutnya, pasangan Benny Kabur Harman dan Benny Litelnoni yang diusung oleh Partai Demokrat, PKPI, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan pasangan Marianus Sae – Emi Noemleni didukung  Partai Kebangkitan Bangsa PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Baca juga: SMS Tapi Tidak Dibalas, Cerita Hugo Sebelum Marianus Sae Terjaring OTT

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, keputusan penetapan calon itu mulai berlaku sejak ditetapkan hari ini. Ia juga mengucapkan selamat terhadap para pasangan calon.

“Atas nama KPU NTT, kami ucapkan selamat kepada para calon gubernur dan wakil gubernur, atas ditetapkannya sebagai calon hari ini,” katanya.

Marianus Sae Tersangka yang Ikut Bertarung

Dari antara figur cagub dan cawagub yang akan ikut bertarung tersebut, ada yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek jalan di Nusa Tenggara Timur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada pun figur tersebut adalah Marianus Sae. Marianus merupakan cagub yang pertama mengikuti Pilkada di NTT dengan status tersangka.

Bupati Ngada dua periode tersebut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan oleh KPK, di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 911/2). Setelah diperiksa intensif dari Minggu petang hingga Senin pagi (12/2), cagub yang diusung PDIP dan PKB itu pun ditetapkan tersangka. Marianus diduga menerima “fee” dari sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Ngada.

Baca juga: Marianus Sae Terjaring OTT, Dua Ketua Cabang PMKRI di NTT Buka Suara

Pasal yang disangkakan kepada Marianus Sae, yaitu pasal 12 huruf f a atau b atau pasal 11 uu nomor 31 tahun tahun 1999 sebagaimana diubah dengan  UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengatakan penetapan mantan pengusaha itu sebagai cagub tidak melanggar UU. Ia mengatakan pihak KPU akan mengikuti regulasi yang berlaku terhadap semua pasangan calon baik yang bukan tersangka maupun yang tersangka.

Ia menambahkan, sebelum ada keputusan hukum yang bersifat tetap dan mengikat, mereka tetap melakukan proses sesuai dengan mekanisme pemilihan yang berlaku terhadap semua pasangan bakal calon yang sudah mendaftarkan diri.

“Berdasarkan regulasi, sepanjang putusan hukumnya belum inkrah ya dia tetap sah menjadi pasangan calon, sepanjang dia memenuhi syarat,” ujar Arief, usai melantik Tim Seleksi Anggota KPU Kab/Kota Periode 2018-2023 di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Pleno Penetapan Cagub-Cawagub NTT, Emilia Noemleni Tanpa Didampingi MS

Dalam rapat pleno penetapan calon cagub dan cawagub NTT yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Jalan Timor Raya, Emilia Noemleni hadir tanpa didampingi Marianus Sae.

Emi, hanya didampingi Ketua Tim Pemenangan Paket Marianus – Emi, Viktor Mado Watun dan beberapa pengurus seperti, Chen Abu Bakar, Nikolaus Fransiskus dan Yani Mbuik.

Baca juga: Formatur: KPK Harus Periksa Seluruh Kepala Daerah di NTT

Sementa dari pasangan calon lain lengkap hadir dalam kesempatan tersebut. Terlihat pasangan Benny Harman – Benny Litelnoni, pasangan Esthon – Christ, dan pasangan Victory – Joss.

Selain pasangan calon dan sejumlah tim sukses, hadir pula dalam kesempatan tersebut, yakni Ketua Bawaslu NTT, Thomas Mauritus Djawa dan anggota, Bahar dan Jemris Fointuna. Ada juga Sekda NTT, Ben Polo Maing, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Kapolda NTT, Irjen, Raja Erizman, Kajati NTT, Sunarta dan jajaran forkopimda NTT, tokoh agama serta undangan lainnya.* (ME)