Pernyataan Kontroversial Presiden Filipina yang Sebut Tuhan Bodoh

Pernyataan Kontroversial Presiden Filipina yang Sebut Tuhan Bodoh

Dalam pidatonya, Duterte menyinggung kisah Adam dan Hawa yang memakan buah terlarang yang dia kutip dalam Alkitab. (Foto: Presiden Filipina Rodrigo Duterte - ist)

FILIPINA, dawainusa.com Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali mengumbar pernyataan kontroversial. Kali ini, dia menyebut Tuhan bodoh saat bercerita tentang kisah Nabi Adam dan Hawa di Alkitab.

Pernyataan kontroversial itu bermula dari pidatonya yang menyinggung konsep dosa dalam Alkitab. Pidato pemimpin berusia 72 tahun ini disampaikan saat membuka KTT Teknologi Informasi dan Komunikasi 2018 di Davao City pada Jumat (22/6) lalu.

Dalam pidatonya, Duterte menyinggung kisah Adam dan Hawa yang memakan buah terlarang yang dia kutip dalam Alkitab.

Baca juga: Detik-detik Presiden Duterte Mencium Seorang Pekerja Perempuan

“Adam memakannya…lalu kebencian lahir. Siapa Tuhan bodoh ini? Anak laki-laki brengsek itu bodoh jika itu masalahnya,” kata Duterte.

“Anda menciptakan sesuatu yang sempurna dan kemudian Anda memikirkan suatu peristiwa yang akan menggoda dan menghancurkan kualitas pekerjaan Anda,” lanjut Presiden Filipina tersebut dilansir Russia Today, Minggu (24/6).

Menurutnya, bayi tidak boleh bertanggung jawab atas asal-muasal dosa. “Itu adalah perbuatan ibu dan ayah Anda,  Anda belum lahir, tetapi sekarang Anda memiliki dosa (dari) asal-muasal. Agama macam apa itu? Saya tidak bisa menerimanya,” ujarnya.

Kendati demikian, dia mengaku masih percaya pada keberadaan “pikiran universal”. Diketahui, kata-kata kasar mantan Wali Kota Davao yang menyinggung agama bukan sekali ini dia lontarkan.

Sebelumnya, pada bulan Juni Duterte  menyebut imam Katolik munafik. Pada 2015, ketika masih menjadi Wali Kota Davao, dia mengecam kunjungan Paus Fransiskus ke Filipina yang menyebabkan kemacetan.

Sebut Tuhan Bodoh, Durterte Dapat Banyak Kecaman

Atas ucapannya Durterte yang sebut Tuhan bodoh itu, ia akhirnya mendapat banyak kecaman. Sejumlah pihak menyebut Durterte ‘jahat dan “psikopat”.

Kecaman itu salah satunya datang dari senator oposisi Antonio Trillanes IV. Dia mengecam ucapan Durtetre tersebut dan menyebutnya “orang jahat” dan komentar-komentarnya sangat konsisten dengan kebijakan-kebijakan tipu dayanya, tak punya hati dan kejam”.

Baca juga: Rodrigo Duterte, Si Digong Perusak Demokrasi Asia Tenggara

Sementara itu seorang Uskup Filipina Aurturo Bastes menyebut Durtere sebagai “pria gila” dan menyerukan warga Filipina mendoakan agar Durtere menghentikan ungkapan-ungkapan penghujatan dan kecenderungan kedikatatoran.

“Cercaan Durterte terhadap Tuhan dan Alkitab mengungkapkan kembali bahwa dia adalah orang yang aneh secara psikologis, seorang psikopat, orang yang pikirannya tidak normal yang seharusnya tidak terpilih sebagai Presiden Negara Kristen kita dan beradab,” cetus Bastes.

Uskup lainnya, yakni Ruperto Santos menyebut Durtere telah melewati garis. Namun, juru bicara Durterte membela komentarnya. Dikatakannya Durtere berhak menyampaikan pendapat tentang agama. Dia juga menyinggung pengakuan Durtere sebelumnya bahwa dirinya dulu pernah mengalami pelecehan seks oleh seorang pastor.

Kontroversi Lain Durterte

Selain hal tersebut, kontroversi lain yang pernah dilakukan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte ini ialah aksi mencium bibir wanita WN Filipina saat kunjungan kerja di Korea Selatan.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Duterte saat itu sedang berbicara dengan para pekerja Filipina atau Overseas Filipino Workers (OFWs) di Seoul.

Dia memanggil dua orang perempuan ke atas panggung dan memberikannya buku. Saat akan memberikan buku, Duterte memeluk perempuan yang pertama dan memberinya ciuman di pipi. Duterte lalu melontarkan candaan kepada perempuan kedua. Buku akan diberikan dengan imbalan ciuman.

“Kamu harus membayar saya dengan ciuman. Apakah Anda siap berciuman?” kata Duterte sambil mengarahkan jari ke bibirnya. “Apakah Anda lajang? Anda tidak dapat terpisah darinya? Tapi kamu bisa mengatakan kepadanya bahwa ini  hanya lelucon,” lanjutnya kepada perempuan tersebut.

Perempuan berbaju putih itu semula malu-malu dan tampak canggung. Namun, akhirnya Duterte mengecup bibir perempuan itu. Keriuhan pun memenuhi ruangan. Banyak yang bersorak-sorak melihat aksi itu.

Baca juga: Hanafi dan Goenawan Mohamad, Cerita di Balik Kanvas 57 x 76

Usai aksi ciuman bibir itu, Duterte menegaskan bahwa itu hanyalah candaan untuk hiburan semata. Namun ternyata aksi kontroversial Duterte itu jadi sorotan pemberitaan media internasional dan jadi headline media Filipina.

Dia dikecam kelompok hak asasi Filipina. Ini bukan kali pertama Duterte dituduh berperilaku yang tidak pantas terhadap perempuan. Aksi itu dinilai dilakukan Duterte karena popularitasnya terus melorot akibat isu pembunuhan di luar hukum, skandal korupsi yang mengganggu pemerintahannya dan lain-lain.

Dikutip dari Kantor Berita Filipina, wanita yang dicium Duterte di bibir itu mengaku bernama Bea Kim. Dia menyatakan tidak ada kejahatan dalam ciuman tersebut. Menurutnya, Duterte sebelumnya telah menanyakan apakah dia masih lajang.

Wanita Filipina itu menjawab telah menikah dengan seorang WN Korea. Dia juga menyatakan aksi ciuman itu tidak berarti apa-apa kecuali untuk menghibur dan membuat orang Filipina lainnya dalam pertemuan itu bahagia.

Pihak Istana Kepresidenan Filipina juga membantah Duterte telah melakukan pelecehan terhadap perempuan, namun sebaliknya berkomitmen pada hak-hak perempuan.

Istana memberi contoh, saat Duterte menjabat Wali Kota Davao, dia membuat aturan yang melindungi perempuan dari pelecehan seksual.

Duterte pernah diprotes pada April 2016 saat berkomentar soal kasus pemerkosaan seorang misionaris wanita Australia di Davao di mana dia adalah wali kota pada saat itu. “Saya marah karena dia diperkosa. Itu satu hal. Tapi dia sangat cantik, seharusnya wali kota dulu, sayang sekali,” kata Duterte saat itu.

Pihak kantor Wali Kota Davao kemudian meminta maaf atas komentar itu. Awal tahun ini, Duterte mengatakan kepada tentara Filipina mereka harus menembak pemberontak komunis perempuan di vagina. Dia pun mendapat kritik keras atas pernyataan kontroversialnya tersebut.

Terlepas dari itu, nama Duterte sendiri terbilang populer di Filipina dan Overseas Filipino Workers (OFWs). OFWs menilai Duterte seperti figur ayah yang menjaga negara dan anak-anaknya yang bekerja di luar negeri.*