Soal Penanganan Covid-19, Sudah Sejauh Manakah Perkembangan Vaksinasi di Indonesia
Vaksinasi Covid-19 - ist

JAKARTA, dawainusa.com – Program vaksinasi untuk mengatasi penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia masih terus dilakukan oleh pemerintah.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid, sejauh ini, baru sekitar 7 persen dari total penduduk Indonesia yang sudah divaksinasi dosis lengkap.

Baca juga: Waspada! Covid-19 Varian Delta Sudah Ada di NTT, 3 Orang Terpapar

“Kalau kita bicara mengenai yang mendapatkan dosis kedua ini juga masih cukup jauh capaian herd imunity, artinya baru sekitar 16,9 juta yang mendapat dosis kedua. Dalam arti kurang lebih cakupan 7 persen,” kata Nadia, Kamis (22/7).

Sementara untuk jumlah penerima vaksin Covid-19 dosis pertama, demikian Nadia, baru sebanyak 43,3 juta orang atau sekitar 15 persen dari total penduduk Indonesia.

Target Vaksinasi untuk Bentuk Herd Immunity Indonesia

Lebih lanjut Nadia menjelaskan, untuk tercapainya pembentukan herd immunity atau imunitas kelompok di Indonesia, pemerintah menargetkan paling tidak ada 181,5 juta orang Indonesia yang menerima dosis lengkap.

Sementara itu, di sisi lain, pemerintah juga menaikkan target vaksinasi Covid-19 menjadi 208 juta, menyusul masuknya kelompok remaja sebagai penerima vaksin.

Baca juga: Ternyata Ini Syaratnya Kalau Ingin Kebijakan PPKM Tidak Diperpanjang Lagi

“Memang ini yang harus kita kejar dalam waktu 7 bulan ini untuk kemudian setidaknya 90% dari target kita yang awal 181,5 juta tapi kemudian ini bertambah,” tutur Nadia.

Sebagaimana diketahui, dalam rangka mempercepat vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan RI sudah menyiapkan dua hal, yakni memperbanyak pos-pos vaksinasi dan meningkatkan kecetapan vaksinasi di setiap pos.

Syarat untuk Dapat Menerima Vaksin Covid-19

Adapun untuk dapat menerima vaksin Covid-19, setiap orang wajib memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. Pertama, tidak terkonfirmasi covid-19. Jika pernah positif corona, sudah sembuh minimal tiga bulan sejak terkonfirmasi.

Kedua, berusia di atas 18 tahun. Sementara masyarakat lansia sudah bisa mendapat vaksin covid-19. Ketiga, tekanan darah di bawah 180/110 mmHg.

Keempat, bagi ibu hamil, vaksinasi ditunda sampai melahirkan. Sementara ibu menyusui boleh divaksinasi.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Daftar Daerah Zona Merah Covid-19 di Indonesia

Kelima, jika memiliki riwayat alergi berat seperti sesak napas, bengkak, dan urtikaria seluruh badan atau reaksi berat lainnya karena vaksin, maka vaksinasi diberikan di rumah sakit.

Keenam, jika memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan urtikaria seluruh badan setelah divaksinasi covid-19 sebelumnya, maka tidak diberikan lagi untuk vaksinasi dosis kedua.

Ketujuh, orang yang mengidap penyakit kronik (seperti penyakit paru obstrujtif kronis dan asma, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan penyakit hati atau liver) yang sedang dalam kondisi akut atau yang belum terkendali maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

Kedelapan, apabila dalam pengobatan TBC lebih dari dua minggu, maka vaksinasi dapat diberikan. Kesembilan, jika menyandang dan sedang mendapat pengobatan penyakit kanker, maka vaksinasi tidak dapat diberikan, kecuali ada surat rekomendasi dari dokter yang merawat.

Kesepuluh, apabila sedang mendapat pengobatan gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfuse, maka vaksinasi ditunda dan dirujuk.

Kesebelas, bagi penderita penyakit autoimun sistemik, maka vaksinasi ditunda dan dikonsultasikan kepada dokter yang merawat. Kedua belas, pemilik riwayat penyakit epilepsi, vaksinasi dapat diberikan jika dalam keadaan terkontrol.

Ketiga belas, jika menyandang penyakit diabetes melitus yang minum obat teratur, vaksinasi dapat diberikan. Keempat belas, untuk orang dengan HIV yang minum obat teratur, vaksinasi dapat diberikan.

Kelima belas, bila mendapat vaksinasi lain selain vaksin covid-19 kurang dari satu bulan terakhir, maka vaksinasi ditunda sampai satu bulan setelah vaksinasi sebelumnya.*