Perempuan Pengedar Narkoba di Maumere Berhasil Ditangkap

Perempuan Pengedar Narkoba di Maumere Berhasil Ditangkap

Perempuan asal Makassar yang diduga sebagai pengedar narkoba di Maumere, Kabupaten Sika, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil diringkus aparat Kepolisian. (Foto: Ilustrasi).

MAUMERE, dawainusa.com Pihak Kepolisian Polda NTT baru saja meringkus perempuan asal Makassar yang diduga sebagai pengedar narkoba di Maumere, Kabupaten Sika, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perempuan yang berinisial L itu ditangkap di mess tempat ia bekerja.

Dari keterangan aparat Kepolisian setempat, selain L, petugas juga berhasil meringkus N, pelaku lain yang bekerja sama dengan L untuk menyebarkan obat-obatan terlarang tersebut.

Adapun narkoba yang berhasil didapatkan dari dua tangan pelaku adalah narkoba jenis sabu dalam bentuk 7 paket bungkusan.

Kabag Wasidik, AKBP Albert Neno mengatakan, dalam rencana, kedua pelaku bermaksud menjual barang haram tersebut di Maumere dengan harga per paket Rp 1 juta 800 ribu.

Baca juga: Kepala BNN: Pengedar Narkoba Langsung Ditembak Mati

Albert menjelaskan, barang haram itu dipesan khusus oleh pelaku dari Surabaya, Jawa Timur melalui jasa TIKI. Setelah sampai di tangan L, kata Albert, narkoba berjenis Sabu tersebut diberikan Kepada N untuk disebarkan.

Dengan demikian, lanjutnya, penangkapan terhadap D alias N dilakukan setelah mendapat informasi dari L yang lebih dulu diringkus oleh petugas Kepolisian.

“Setelah DN kami tangkap, kami geledah yang bersangkutan dan menemukan 7 paket yang diduga narkotika jenis Sabu. Setelah kami interogasi L, dia mengaku barang tersebut adalah miliknya bersama N ini,” ujar Albert, Rabu (31/1).

Saat ini, kedua pelaku ditahan di Mapolda NTT. Keduanya dikenakan Pasal 144 ayat (1) jo. Pasal 132 Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun.

Selain Perempuan Makassar, Polisi Tangkap Gembong Narkoba Lain

Selain L, perempuan asal Makassar yang kini sudah diringkus dalam tahanan, sebelumnya, dua gembong narkoba di Maumere berhasil dibekuk Satuan Narkoba Polres Sikka di sebuah tempat hiburan malam, Bintang Karaoke, yang terletak di kelurahan Waiti, Kecamatan Alok Barat.

Kasat Reskrim Polres Sikka, AKBP Andri Setiawan mengatakan, pihak Kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa dua bungkus paket yang di duga sabu, tiga pipet plastik berwarna putih.

Baca juga: Eksekusi Terpidana Mati Narkoba Masih Mangkrak, Ini Kata Granat

Selain itu, aparat Kepolisian juga menemukan satu buah botol krating daeng, tiga butir pil yang diduga estasi, dua buah HP, satu pipa kaca yang masih sisa, satu buah korek gas, dan uang senilai Rp 2.600.000.

“Kedua orang ini di tangkap pada saat sedang memakai sabu-sabu di ruang Sauna, tepat di belakang Bintang Karaoke. Pada saat penggeledahan keduanya tidak bisa berbuat banyak, tidak bisa melakukan perlawanan,” jelas Andri.

Andri menambahkan, saat ini Satuan Narkoba Polres Sikka dan Polda NTT terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Keduanya saat ini diamankan di tahanan Polres Sikka. “Untuk sementara sambil melakukan pengembangan lebih lanjut, kedua pelaku ini ditahan di Polres Sikka,” katanya.

NTT Darurat Narkoba, Kondisi Geografis Jadi Salah Satu Penyebab

Maraknya peredaran narkoba di NTT salah satunya disebabkan oleh kondisi geografis yang sangat terbuka. Narkoba bisa masuk dari Denpasar, Makassar, Surabaya, Jakarta dan Maluku.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen M. Nur, ketika melakukan sosialisasi tentang narkoba kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTT November 2017 lalu. Sosialisasi ini merupakan kegiatan dari Sekretariat Korpri NTT menjelang HUT ke-46 Korpri tahun 2017.

Baca juga: Di Kupang, Masyarakat Bantu Ungkap Pengedar Sabu

Menurut Nur kondisi geografis NTT benar-benar sangat terbuka bahkan berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. “Karena itu peluang masuknya narkoba sangat terbuka, selain dari beberapa Provinsi, juga bisa dari luar negeri,” kata Nur.

Pada kesempatan itu, Nur juga memberikan contoh modus masuknya narkoba ke dalam tubuh dengan beberapa cara, antara lain ada yang menelan, kemudian dibuang melalui anus, dan kemudian dikonsumsi lagi.

“Ada juga ekstasi yang dimasukin melalui bawang merah,ada juga yang menyimpan dalam boneka mainan anak-anak dan sebagainya,” kata Nur. *(RAG)