Dawainusa.com — Seorang perempuan yang diduga mengalami depresi berulangkali menceburkan anak bayinya di kolam renang.

Peristiwa itu terjadi di apartemen Green Park View Tower Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (19/8) siang.

Melansir pemberitaan Tribunnews, perempuan itu diketahui bernama Yulia (45). Sementara bayinya berinisial J yang baru berusia lima bulan.

Perbuatan perempuan itu sempat dihentikan sekuriti apartemen demi menyelamatkan bayi. Namun perempuan itu tetap melakukannya lagi.

Warga apartemen pun melaporkannya perisitiwa ke pihak berwenang yang kemudian mengevakuasi perempuan muda tersebut.

Baca Juga: Viral Seorang Anak Menangis Rindu Ibu yang Telah Tiada, Begini Tanggapan Psikolog

Kronologi Peristiwa Perempuan Ceburkan Bayinya di Cengkareng

Kronologi perisitiwa penceburan bayi lima bulan ini diceritakan Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius dalam sebuah keterangan terbuka.

Ia menerangkan bahwa pada mulanya perempuan muda itu mencoba menenggelamkan anaknya dengan melepas pelampung yang digunakannya.

Saat melihat pertistiwa itu, sekuriti apartemen berusaha mencengah dan menyelamatkan anak itu.

Namun perempuan itu justru sempat cekcok dengan sekuriti dan meminta anaknya kembali. Setelah kembali, ia kemudian menceburkan lagi bayinya ke kolam.

Pihak apartemen pun turun tangan. Melihat kondisi bayi tersebut yang sudah membiru, pihak apartemen pun berusaha mencegahnya.

Meski demikian tidak satupun penghuni apartemen yang berani menyelamatkan bayi tersebut. Sebab mereka mengetahui bahwa perempuan itu depresi.

“Dari keterangan saksi, sempat kejang sang anak. Ya, kondisi sedikit membiru,” kata Antonius, seperti diberitakan Kompas.com.

Baca Juga: Viral Kisah Anak Kecil Berani Naik Pesawat Sendiri demi Jenguk Ayahnya yang Sakit

Akhirnya, warga penghuni apartemen melaporkan perisitiwa ke kelurahan dan diteruskan ke Polsek Cengkareng dan Suku Dinas Sosial Jakarta Barat.

Pihak kepolisian pun datang ke lokasi kejadian dan meminta Suku Dinas  Sosial mengevakuasi perempuan itu ke RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur. Sementara, anaknya dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat.

Antonius mengatakan, perempuan itu diduga mengalami gangguan kejiwaan setelah pasangannya yang merupakan warga negara asing tidak mau bertanggung jawab atas hasil hubungan mereka.

Setelah diperiksa, gangguan kejiwaan yang dialami perempuan itu juga terlihat dari kondisi kamar apartemennya yang tak layak huni. Mereka tinggal tanpa listrik dan air.

“Kamarnya juga dalam keadaan tidak layak, unit tanpa listrik, tanpa air, pelaku dalam tekanan jiwa, pelaku tidak bekerja,” ujar Antonius.

Dari keterangan saksi-saksi, kata Antonius, perempuan itu juga kerap meninggalkan bayinya di apartemen sendirian. Kepada penghuni lain ia menjelaskan bahwa bayinya tidak akan kemana-mana meski ditinggal sendirian.

“Selama ini makan dan minum J (bayi) di-support dari donatur,” terang Antonius.

Kepala Sudin Sosial Jakarta Barat Marsudin menambahkan, peristiwa itu diketahui setelah pihaknya mendapat laporan dari Lurah Dori Kosambi, Cengkareng.

“Jadi, awalnya warga sekitar apartemen lapor ke pengelola. Kemudian pengelola lapor ke Lurah dan Lurah meminta kami evakuasi,” ujarnya.*