Home Berita Cegah Perampasan Jenazah Pasien Covid-19, Polisi di NTT Jaga Sejumlah RS

Cegah Perampasan Jenazah Pasien Covid-19, Polisi di NTT Jaga Sejumlah RS

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif telah memerintahkan anggotanya untuk berjaga di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang

Cegah Perampasan Jenazah Pasien Covid-19, Polisi di NTT Jaga Sejumlah RS
Ilustrasi - ist

KUPANG, dawainusa.com – Dalam rangka mencegah perampasan jenazah pasien Covid-19, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif telah memerintahkan anggotanya untuk berjaga di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang.

“Saya sudah perintahkan anggota Direktorat Sabhara Polda NTT untuk jaga di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang,” kata Latif di Kupang, Jumat (30/7).

Baca juga: Indonesia Diprediksi Jadi Negara Terakhir Keluar dari Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

Selain dari Kapolda NTT, demikian Latif, ia juga sudah meminta Kapolres Kota Kupang untuk memerintahkan anggotanya agar dapat membantu menjaga setiap rumah sakit yang ada di wilayah tersebut.

Adapun langkah tersebut juga dibantu oleh anggota TNI. Mereka melakukan hal itu untuk mendukung kerja dari Sat Pol PP Kota Kupang yang cukup kewalahan menghadapi warga yang merampas jenazah pasien Covid-19.

“Keluhan yang kami terima, Satpol PP tidak mampu menangani karena koordinasi yang masih terputus. Kalau pasien masuk dengan status Covid-19, maka saat meninggal pun jangan dites lagi, sehingga tidak menimbulkan masalah,” ujar Latif.

Latif menegaskan, pihaknya tidak akan menolerasi siapapun yang bertindak nekad merampas jenazah pasien Covid-19

Soal Aksi Perampasan Jenazah Pasien Covid-19 di NTT

Sebagaimana diketahui sebelumnya, aksi perampasan jenazah pasien Covid-19 sudah beberapa kali terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Kupang.

Salah satunya ialah perampasan jenazah pasien Covid-19 berinisial LHH (27 oleh pihak keluarganya pada Sabtu (17/7) lalu.

Pihak keluarga merampas jenazah tersebut lantaran tidak menerima bahwa LHH dinyatakan meninggal akibat positif Covid-19, dan karena itu ingin supaua jenazahnya disemayamkan di rumah pribadinya.

Baca juga: Di NTT, Warga yang Tidak Mau Divaksinasi Covid-19 Diancam Tak Diberi Bansos

Adapun terkait hal ini, pihak kepolisian setempat melakukan negosiasi kepada keluarga korban dan pada akhirnya mereka menyetujui agar jenazah tersebut dimakamkan sesuai aturan yang ada.

“Setelah melalui perdebatan yang panjang, keluarga memperbolehkan Satgas Covid-19 memakamkan jenazah pasien Covid-19 itu di pemakaman dengan protokol Covid di TPU Batukadera Kota Kupang,” tutur Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna pada Jumat (23/7).

Lebih lanjut, akibat dari aksi perampasan jenazah pasien Covid-19 itu, 2 orang keluarga dari jenazah, yakni suami dan anaknya dinyatakan positif Covid-19.

“Pada Kamis (22/7), Polres Kupang Kota bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang sudah melakukan tes antigen terhadap 11 anggota keluarga pasien Covid-19 yang jenazahnya diambil paksa. Hasilnya, dua orang positif,” ungkap Krisna.*

Exit mobile version