Penganiaya Perawat di Palembang Dijerat Pasal Berlapis
Foto/Ist

Dawainusa.com – Penganiaya perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang videonya viral di media sosial dijerat pasal berlapis.

Pria yang diketahui bernama Jason Tjakrawinata itu Pasal 351 KUHP Ayat 1 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara dan Pasal 406 KUHP Pidana tentang Perusakan.

Dilansir dari RRI.co.cid, hal itu diungkapkan Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira.

“Dijerat kasus penganiayaan,” kata Irvan dikutip Dawainusa.com dari RRI.co.id, Sabtu (17/4/2021).

Baca jugaGara-gara Hoaks soal Tsunami, 2 Warga Lewoleba Meninggal Dunia

Dijerat Pasal Pengrusakan

Bukan hanya itu, terkait dengan kejadian tersebut, polisi juga menjerat Jason dengan pasal perusakan.

“Jason juga dijerat pasal perusakan terhadap ponsel milik seorang perawat inisial AR yang pada saat kejadian merekam aksi keributan tersebut,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang perawat salah satu rumah sakit swasta di Palembang, Sumatera Selatan, harus mengalami luka lebam di bagian wajah setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien.

Aksi video kekerasan yang menimpa perawat tersebut viral setelah diunggah oleh akun Instagram.

Dalam video berdurasi 35 detik itu terlihat korban yang diketahui berinisial CRS diselamatkan oleh rekan sesama perawat dengan kondisi terduduk.

Sementara itu, beberapa perawat lain menahan pelaku, yakni seorang pria yang diketahui bernisial JT.

Usai videonya menganiaya perawat viral, media sosial, Jumat (16/4/2021), JT sang pelaku pun dijemput polisi.

Setelah mendapat laporan dari korban, Polrestabes Palembang bergerak cepat dengan mencari keberadaan pelaku.

JT, pria yang menganiaya perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang itu akhirnya diamankan polisi pada Jumat (16/4/2021) malam.

Video penangkapan ini juga viral di media sosial. Tampak JT beberapa kali bolak-balik masuk rumah sebelum ikut rombongan polisi yang menjemputnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi, membenarkan penangkapan tersebut.

Ia mengatakan pelaku saat ini tengah di bawa ke Polrestabes Palembang.

“Nanti ya sabar kita masih di perjalanan menuju Polrestabes Palembang,” ujarnya singkat, Jumat (16/4/2021).

Informasi yang dihimpun pelaku ditangkap di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Penganiaya Perawat
Penganiaya Perawat di Palembang/ist

Baca jugaKonflik Myanmar, Pemerintah Tandingan Deklarasikan Lawan Junta Militer

Kronologi Penganiaya Perawat Mengamuk

Terlapor JT berencana menjemput anaknya yang dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Palembang, Kamis (15/4/2021) siang.

Ketika hendak pulang, infus di tangan pasien dilepas oleh seorang perawat berinisial CRS.

Setelah jarum infus dilepas, tangan pasien mengeluarkan darah.

JT yang mengetahui tangan anaknya berdarah tidak bisa menahan emosi.

“Kemudian pelaku ini meminta korban untuk datang ke ruang perawatan anaknya. Korban akhirnya datang bersama teman perawat yang lain untuk meminta maaf,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang Komisaris Polisi M Abdullah, Jumat (16/4/2021).

Belum sempat meminta maaf, korban ditampar oleh JT.

Ia juga menyuruh sang perawat untuk bersujud memohon maaf kepada keluarganya.

Korban menuruti perintah JT. Namun, diduga karena emosinya meluap-luap, JT kembali melakukan serangan fisik kepada si perawat.

Mengetahui kejadian itu, rekan-rekan seprofesi korban berusaha melerai dan menahan JT agar tidak melakukan perbuatannya itu lagi.

Penganiayaan yang dialami perawat berinisial CRS ini viral di media sosial. Video berdurasi 35 detik tersebut beredar cepat di instagram.

Dalam tayangan video itu juga tampak sejumlah rekan korban segera membawa CSR keluar ruangan untuk menolongnya.

Akibat peristiwa tersebut, perawat berinisial CR itu mengalami luka lebam di wajahnya.*