Pengakuan Pangeran Charles Soal Perselingkuhannya

Pengakuan Pangeran Charles Soal Perselingkuhannya

RELASI, dawainusa.com Retaknya hubungan pernikahan Pangeran Charles dengan Putri Diana dikabarkan karena keberadaan orang ketiga. Meski demikian, Pangeran Charles, anak tertua Ratu Elizabeth ini, tidak pernah terbuka.

Ia selalu menghindari pertanyaan yang menuntutnya untuk menjelaskan kabar tersebut. Namun, setelah 21 tahun kematian Putri Diana, Pangeran Charles mulai membuka suara melalui sebuah wawancara.

Baca juga: Kisah Finalis Indonesia Idol yang Jadi Pencuri Demi Menyambung Hidup

Melansir Kompas, dalam video wawancara ekslusif tersebut, Pangeran Charles mengaku bahwa tuduhan terkait perselingkuhan tersebut masih ia dengar sampai saat ini.

Ia bersikukuh bahwa ada banyak hal yang tidak bisa ia ungkapkan di depan banyak orang, karena persoalan tersebut sangat pribadi.

“Ada begitu banyak spekulasi yang mendorong spekulasi lain yang membuatnya semakin membesar,” jelasnya.

Dalam wawancara yang berlangsung beberapa menit itu, ia mengakui bahwa Camilla Parker Bowles, sekarang istrinya, adalah sahabat baiknya.

Pria 69 tahun tersebut mengatakan, ada banyak teman yang menurutnya luar biasa dan selalu membuat hidupnya berbeda. “Saya punya banyak teman yang membuat saya sangat beruntung memilikinya,” tambahnya.

Camilla adalah teman yang akan selalu menjadi teman terbaiknya, sebagaimana beberapa teman lain dalam hidupnya. Ketika pernikahan seseorang rusak, demikian Charles, teman akan selalu membantu dan memberi semangat.

Video ini sebenarnya sudah diunggah pada 7 tahun lalu, 2011. Namun, video ini kembali viral sejak peringatan kematian Putri Diana yang ke-21. Dalam video tersebut, fitur komentar dinonaktifkan untuk menghindari komentar negatif yang tidak diperlukan.

Kini, bersama Camilla, Pangeran Charles sudah mengarungi pernikahan keduanya selama 13 tahun. Walaupun Charles dan Diana bercerai pada tahun 1996, Charles baru menikahi Camilla di tahun 2005. Sejak perceraian tersebut, hak asuh anak dibagi rata.

Setahun berselang setelah perceraian, Putri Diana meninggal dunia karena kecelakaan mobil pada tahun 1997. Waktu itu, Pangeran William baru berusia 15 tahun dan Pangeran Harry berusia 12 tahun.

Kelahiran Harry Sempat Membuat Pangeran Charles Kecewa

Putri Diana pernah membeberkan beberapa hal yang membuatnya sakit hati. Dalam sebuah wawancara di tahun 1991, Diana sempat mengatakan bahwa keretakan hubungannya dengan Pangeran Charles dimulai ketika Harry, anak keduanya, lahir.

Diana mengakui, Harry adalah anak yang tidak diinginkan oleh Pangeran Charles. Ia tampak kecewa, ketika Diana melahirkan seoarang anak laki-laki.

Baca juga: Sule dan Lina Resmi Bercerai, Keempat Anak Memilih Dirawat Sang Ayah

Diana sebetulnya sudah mengetahui jenis kelamin anaknya sebelum melahirkan. Namun, ia enggan mengatakan hal itu kepada suaminya.

Ketika anak keduanya lahir, demikian Diana, hal pertama yang Charles katakan adalah “Ya Tuhan, itu anak laki-laki.”

Sekalipun Pangeran Charles bersikeras bahwa pernyataan tersebut hanyalah candaan spontan, penolakannya terhadap buah hatinya sendiri membuat Diana terluka.

Pangeran Charles selalu menginginkan adanya anak perempuan. Kepada ibu mertuanya, Frances Shand Kydd, ia pernah mengeluh dan menyatakan kekecewaannya.

Namun, sang ibu mertua menasihati bahwa ia seharusnya bersyukur karena sudah dikaruniai putra yang sehat. Namun, komentar Pangeran Charles yang menyakitkan hati tersebut tidak hanya terjadi sekali.

Ia pernah mengeluhkan rambut merah anaknya yang adalah warisan dari keluarga Diana. Kepada Andrew Morton, penulis Biografinya, Diana mengakui bahwa pernikahannya telah hancur sia-sia.

Tidak seperti Charles, Putri Diana mengakui bahwa kehadiran Harry dan juga William adalah anugerah baginya. Keduanya adalah keajaiban dan kebahagiaan di saat ia mengalami kesedihan. Itulah mengapa Pangeran Harry dan William sangat menghormati ibunya.*