Penemuan Binatang Purba Komodo, Warga Bari Sepakat Gelar Ritual Adat

Penemuan Binatang Purba Komodo, Warga Bari Sepakat Gelar Ritual Adat

Warga  telah menyiapakan dua ekor kambing untuk disembelih, sembari mengingatkan warga untuk tidak memotong kayu dan tumbuhan lainya di sekitar wilayah yang menjadi tempat keberadaan Komodo tersebut. (Foto: Ilustrasi - ist)

BARI, dawainusa.com – Belum lama ini masyarakat Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat dikejutkan dengan penemuan seekor Komodo di wilayah tersebut.

Untuk menjamin keamanan warga, masyarakat berusaha menangkap binatang purba itu. Namun setelah  berhasil ditangkap dan memastikan itu benar-benar Komodo, masyarakat kemudian melepaskannya kembali.

Pelepasan binatang purba itu dilakukan atas instruksi pihak terkait setelah dipastikan tidak mengganggu keamanan dan keselamatan warga. Selanjutnya menyikapi hal itu, warga setempat telah sepakat menyelenggarakan ritual adat berkaitan dengan munculnya komodo liar di wiliyah mereka.

Baca juga: Jadi Caleg PDIP, Kapitra Ampera Tak Peduli Meski Dipanggil Cebong

Kepala Desa Bari, Ali Ismail, mengatakan, warga  telah menyiapakan dua ekor kambing untuk disembelih, sembari mengingatkan warga untuk tidak memotong kayu dan tumbuhan lainya di sekitar wilayah yang menjadi tempat keberadaan Komodo tersebut.

“Hasil kesepakatan dalam rapat bersama, yaitu warga dilarang memotong kayu walaupun hanya sebatang di wilayah yang menjadi tempat keberadaan komodo. Kami juga akan selenggarakan ritual adat menggunakan dua ekor kambing,” kata Ali di Bari, Selasa (24/7).

Ali menambahkan, Komodo liar yang muncul di kawasan Desa Bari telah dinamai dengan nama Komodo Watu Bari. Dua ekor kambing yang disiapkan dalam ritual adat tersebut akan diberikan ke Komodo liar yang masuk ke wilayah Desa Bari.

“Dua ekor kambing itu akan disembelih untuk memastikan pusat keberadaan komodo di daerah Watu Bari,” kata Ali.

Rencana Ritual Adat

Sementara itu, menurut Ali, rencana ritual adat yang telah disepakati oleh seluruh warga, akan diselenggarakan pada akhir bulan Agustus 2018 mendatang. Dalam kesepakatan itu katanya, dihimbaukan juga kepada masyarakat untuk tidak mengambil benda apapun di sekitar wilayah keberadaan Komodo Watu Bari.

“Kami sudah rapat bersama warga dan tokoh masyarakat. Acara ritual adat akan berlangsung pada akhir Agustus 2018. Kami juga sudah sepakat bahwa mulai sekarang tidak boleh potong kayu atau mengambil benda apapun di wilayah keberadaan Komodo Watu Bari,” katanya.

Baca juga: Semakin Mesra dengan Demokrat, PKS Sindir Prababowo

Selain itu, Ali menghimbau kepada warga terutama anak-anak untuk berhati-hati, khususnya ketika berada di wilayah yang diduga sebagai tempat keberadaan komodo liar.

Ali mengatakan, ada dua tempat di wilayah tersebut yang diduga menjadi tempat tinggal hewan purba itu. “Ada dua tempat, Kadang-kadang kami lihat Komodo di pantai, kadang-kadang di gunung dekat pantai,” kata Ali.

Kewenangan Balai Besar KSDA NTT

Untuk diketahui, Komodo yang ditemukan di Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), bukan berasal dari Taman Nasional Komodo (TNK). Komodo itu diduga berasal dari habitat lain di Pulau Flores.

Karena itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Budhy Kurniawan mengatakan,  penemuan hewan purba itu tidak ditangani langsung oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) karena bukan berada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Baca juga: Manuver Para Ketua Umum dan 6 Poin Kesepakatan Koalisi

“Komodo Bari itu sudah dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Keberadaannya menjadi kewenangan Balai Besar KSDA NTT,” kata Budhy.

Sebelumnya, Kepala desa Bari, Ali Ismail mengatakan sesaat setelah Komodo itu berhasil ditangkap, sejumlah komponen terkait datang ke Bari, seperti petugas Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Dinas Pariwisata, kepolisian, TNI, BKSDA, Camat dan beberapa pihak lainnya.

“Setelah disaksikan langsung ternyata binatang itu benar-benar komodo. Kami secara bersama-sama sudah melepaskan kembali komodo itu,” tutur Ali.

Menurutnya, sebagian besar warga tak menduga kalau binatang itu benar-benar komodo. Ali mengatakan pelepasan komodo tersebut berlangsung sekitar jam 11.30 Wita.*