dawainusa.com Pemerintah Provinsi (Penprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya mengomentari soal informasi satu warga NTT yang dikabarkan positif corona covid-19.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, saat ini Pemprov NT masih melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI dan juga Gugus Tugas Pusat Penanganan Covid-19.

Baca juga: Update Terkini: Tambah NTT, 33 Provinsi di Indonesia Positif Corona

“Saat ini kita sementara koordinasi dengan Kemenkes terkait hal itu. Besok baru akan disampaikan oleh bapak Gubernur NTT. Mudah-mudahan besok bapak gubernur yang akan sampaikan,” kata Marius kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Kamis (09/4/2020).

Marius menjelaskan, Pemprov juga NTT tidak ingin berandai-andai, meskipun diumumkan bahwa ada satu orang warga NTT positif covid-19.

“Positif itu, apakah melalui rapid test melalui test PCR. Kita masih koordinasi dulu dengan pemerintah pusat,” katanya.

Analisis Peta Sementara

Menurut Marius, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui secara pasti asal daerah satu warga NTT yang dikabarkan positif corona covid-19 itu.

“Belum tahu. Besok baru disampaikan. Pada malam ini kami akan menganalisis peta-peta yang ada sesuai peta sementara yang diberikan oleh pemerintah pusat. Kita akan menganalisis peta itu. Besok baru disampaikan,” katanya.

Baca juga: Cegah Corona, Gubernur NTT Larang Warga Makan di Rumah Makan

Hingga saat ini, demikian Marius, sampel yang dikirim ke Jakarta berjumlah 43 sampel. Dari total tersebut, 26 sampel negatif dan 17 sampel belum ada hasil.

Sampel yang dikirim tersebut sebagian dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Jadi, ini gabungan dari Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Orang Dalam Pengawasan, ” ungkapnya.

Marius juga berharap, ada labolatorium khusus di RSUD W. J. Yohannes Kupang sehingga pemeriksaan swab bisa dilakukan di Kupang.

Marius meminta masyarakat tidak panik dan gelisah, tetapi tetap waspada dan selalu mengikuti protokol pemerintah juga dari WHO, mengenai social distancing, physical distancing , menjaga kesehatan, mencuci tangan selalu serta konsumsi makanan bergizi.

“Jika masyarakat panik, maka psikologis akan terganggu dan jika psikologis terganggu maka akan berpengaruh pada imunitas tubuh,” tutupnya.*