Pemprov NTT Sebut Ribuan Guru Telah Divaksinasi COVID-19
Foto Ilustrasi/Ist

Dawainusa.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Pemprof NTT) menyebutkan bahwa ribuan guru di wilayah tersebut telah divaksinasi COVID-19.

Pasalnya sekitar 7000 dari 8.000 guru tingkat SMA/SMK di wilayah itu telah divaksinasi mencegah penularan COVID-19 saat proses belajar mengajar tatap muka berlangsung pada tahun ajaran baru mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Rabu (9/6/2021).

“Ada sekitar 7.000 guru SMA/SMK di NTT yang sudah mendapat vaksinasi COVID-19. Pemberian vaksin ini dilakukan untuk meminimalisir adanya potensi penyebaran COVID-19 dalam lingkungan lembaga pendidikan,” kata Marius Ardu Jelamu.

Marius Jelamu
Marius Ardu Jelamu/Ist

Baca jugaTerkait Korban Seroja, Pemkot Kupang Distribusikan Dana Tunggu Hunian

Guru Yang Divaksinasi Tersebar di 22 Kabupaten/Kota

Pemerintah Indonesia saat ini masih terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan pandemi Covid-19 di seluruh wilayah tanah air.

Demi meminimalisir angka penularan penyakit berbahaya tersebut, pemerintah pun telah melakukan program vaksinasi kepada masyarakat.

Hal ini juga tengah dilakukan oleh Pemerinta Provinsi Nusa Tenggara Timur dimana sebanyak ribuan guru di daerah tersebut sudah divaksinasi.

Marius Jelamu dalam keterangannya mengatakan, ribuan guru yang telah mendapat vaksinasi COVID-19 itu tersebar di 22 kabupaten/kota di provinsi berbasis kepulauan ini.

Baca jugaPolda NTT Kirim Personil BKO ke Sabu Raijua

Pemerintah NTT kata dia juga sedang mendorong pemerintah kabupaten/kota agar semua guru-guru SD dan SMP di daerah setempat juga mendapat vaksinasi COVID-19.

Dia mengatakan, selain dilakukan vaksinasi bagi para guru juga perlu dilakukan berbagai persiapan sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di sekolah berupa penyediaan fasilitas cuci tangan, handsanitizer dan termogun.

“Orang tua dan para guru serta anak didik untuk secara berkala melakukan tes PCR guna memastikan bahwa mereka tidak terpapar virus corona,” tegas Marius.

Pemerintah NTT kata dia berharap seluruh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kadis kesehatan kabupaten/kota di NTT untuk berkordinasi dengan GTTP.

Hal tersebut dilakukan guna memastikan semua persyaratan protokol kesehatan di sekolah sudah siap sehingga para siswa aman dari paparan virus COVID-19 selama proses belajar mengajar berlangsung.*