Dawainusa.com Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini belum menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat terdampak Virus Corona atau Covid-19. Alasan pemerintah adalah belum adanya data calon penerima yang dikirim dari kabupaten/kota di NTT.

Dalam rapat dengar pendapat antara komisi 3 (tiga) DPRD NTT dengan badan keuangan daerah provinsi NTT, Selasa (9/6/2020) pagi, sejumlah anggota DPRD tampak mendesak pemerintah agar segera menyalurkan batuan sosial tersebut.

Baca juga: Daftar Kelurahan di Kota Kupang, NTT yang Berstatus Zona Merah Covid-19

“Tidak ada kemajuan, dari bulan lalu sama saja alasannya, data belum dikirim dari kabupaten. Mohon buat terobosan. Dorong agar Kabupaten segera memasukkan datanya,” ujar Anggota DPRD NTT dari Fraksi Gerindra, Yohanes Halut.

Menurut Halut, pemerintah NTT mestinya tidak hanya menunggu, tetapi harus ada sikap proaktif untuk mendapatkan data masyarakat calon penerima.

“Kalau hanya menunggu maka susah untuk cairnya dana ini,” kata Halut.

“Jangan sampai ada kecurigaan bahwa ini disengaja sehingga nanti pas rapat perubahan ada sisa dana,” tambah Anggota DPRD dari daerah pemilihan Manggarai Raya itu.

Pemerintah Lamban

Kristiana Seina Jimor, anggota Frkasi PAN turut berkomentar terkait belum dimulainya penyaluran bantuan sosial dari pemerintah NTT untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Menurut Kristiana, alasan data calon penerima belum beres sangat klasik. Ia mengatakan, pemerintah sementinya lebih cepat, mengingat begitu banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan tersebut.

“Itu dana kan sudah ada 105 (miliar), ya segera didistribusikan, jangan didiamkan lagi, kasihan masyarakatnya,” ujar Kristiana.

Proses pendataan ini, demikian Kristiana, telah berlangsung selama tiga bulan, namun masih belum ada kejelasan.

“Ini sudah tiga bulan, nanti dibilang provinsi tidak punya respect terhadap masyarakat,” ujarnya.

11 Kabupaten Telah Masukkan Data

Kepala bagian keuangan daerah provinsi NTT, Sakarias Moruk kepada media usai rapat dengar pendapat tersebut mengatakan, baru 11 Kabupaten yang telah memasukkan data calon penerima.

Sementara sisanya belum dimasukkan. Total kepala keluarga (KK) dari 11 Kabupaten tersebut adalah sebayak 40.000 lebih KK.

“Untuk 105 miliar itu baru 11 kabupaten yang masukan data, sisanya belum, totalnya 40.000 lebih” ujar Sakarias.

Menurut Sakarias, pihaknya akan mempertimbangkan untuk mendahulukan penyaluran bagi 11 kabupaten yang telah memasukkan data.

“Kami akan memikirkan untuk langsung mencairkannya,” kata Sakarias.

Sakarias tidak merinci 11 Kabupaten mana saja yang telah memasukkan data untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah NTT.*