Pemkot Kupang Perketat PPKM Skala Mikro
Wali Kota Kupang/Ist

Dawainusa.com – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Upaya tersebut dilakukan untuk menekan risiko penularan COVID-19 yang saat ini kian meningkat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man di Kupang, Rabu, (23/6/2021).

“Kami mulai memperketat lagi penerapan PPKM guna mengantisipasi adanya penularan kasus COVID-19 terutama adanya ancaman penyebaran varian baru COVID-19 di Kota Kupang,” katanya.

Baca jugaCegah Penularan COVID-19, Komisi IX DPR Sebut Perlu Isolasi Terpusat

Pemkot Kupang Keluarkan Surat Edaran soal PPKM

Untuk menindaklanjuti aturan tersebut, Wali Kota Kupang sudah mengeluarkan surat edaran tentang pengetatan PPKM skala mikro yang berlaku mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Surat edaran tersebut mencakup pengetatan pembatasan dalam penyelenggaraan hajatan dan pesta.

Baca jugaTanggapan Pengamat soal Deklarasi Referendum Jokowi Tiga Periode

Hermanus menjelaskan, batas hadirin hajatan dan pesta yang semula maksimal 50 persen dari kapasitas ruang dikurangi menjadi 25 persen dari kapasitas ruang dan protokol kesehatan harus dijalankan dalam kegiatan tersebut.

“Apabila ada restoran atau hotel yang menyelenggarakan kegiatan pesta dengan mengabaikan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Kota Kupang maka pasti diberikan tindakan tegas oleh Gugus Tugas Pencegahan COVID-19,” kata Hermanus.

Selama masa PPKM mikro, ia melanjutkan, waktu operasional restoran, warung, dan kafe juga dibatasi maksimal sampai pukul 21.00 WITA.*