Pemkab Ende Siapkan Stadion Marilonga untuk Karantina Pasien COVID-19

Dalam tujuh hari terakhir, kata dia kasus COVID-19 di daerah itu meningkat cukup tinggi mencapai 40 orang -50 orang.

Pemkab Ende Siapkan Stadion Marilonga untuk Karantina Pasien COVID-19
Bupati Ende, Achmad Djafar/Ist

Dawainusa.com – PemerintahKabupaten Ende, (Pemkab Ende), Provinsi NTT akan menyiapkan stadion bola kaki Marilonga untuk dijadikan tempat karantina terpusat pasien Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Kabupaten Ende Achmad Djafar dalam keterangannya, Jumat, (9/7/2021).

“Untuk karantina terpusat kita siapkan Stadion Marilonga yang bisa menampung pasien hingga 200 orang,” katanya.

Baca jugaIni Syarat Pasien COVID-19 Dinyatakan Bebas dari Isoman

Antisipasi Pemkab Ende Terhadap Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19

Dalam keterangannya, Bupati Ende mengatakan hal itu berkaitan langkah Pemerintah Kabupaten Ende di Pulau Flores dalam mengantisipasi penanganan lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu.

Bupati Achmad Djafar mengatakan jumlah kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Ende per Kamis (8/7) meningkat mencapai 750 orang.

Dalam tujuh hari terakhir, kata dia kasus COVID-19 di daerah itu meningkat cukup tinggi mencapai 40 orang -50 orang.

Oleh karena itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan lokasi untuk karantina terpusat yakni di Stadion Marilonga selain itu di Rumah Jabatan Bupati Ende dan Kantor Balai Latihan Kerja.

Ia menjelaskan, selain itu, setelah berkoordinasi dengan tokoh agama setempat, Uskup Ende juga menyampaikan telah menyiapkan rumah-rumah biarawati untuk digunakan sebagai tempat karantina jika kondisi sudah mendesak.

“Lokasi yang disiapkan di Detusoko, karena itu untuk Kecamatan Kelimutu tenaga kesehatan dan lainnya terpusat di sana kalau kasusnya sangat tinggi ke depan,” katanya.

Bupati Achamd Djafar mengimbau semua elemen masyarakat di daerahnya agar terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan agar peningkatan kasus COVID-19 bisa ditekan atau tidak mencapai hingga 1.000 kasus.

Ia menambahkan pemerintah kabupaten juga terus bergerak melakukan pencegahan salah satunya meningkatkan razia baik penerapan protokol kesehatan maupun memperketat penjagaan untuk mengurangi mobilisasi masyarakat.*