Pemilu 2019, Sebanyak 91 Petugas KPPS Meninggal Dunia

Pemilu 2019, Sebanyak 91 Petugas KPPS Meninggal Dunia

Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan, bahwa potensi kejadian seperti itu sebenarnya sudah sempat diantisipasi KPU

Dawainusa.com – Pemilihan Umum sudah berlangsung pada 17 April 2019 lalu. Proses yang berlangsung sejak masa kampanye hingga hari pencoblosan telah menguras banyak tenaga, material dan pikiran. Ada yang harus menelan pil pahit lantaran kalah dalam berkompetisi tetapi ada juga yang busung dada karena meraih kemenangan.

Namun Pemilu 2019 menyisahkan kenangan pahit yang sulit untuk dilupakan terutama bagi mereka yang kehilangan sanak saudara dan keluarga karena meninggal dunia dalam menjalankan tugas negara.

Kabar menyedihkan ketika banyak petugas Kelompok Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal setelah Pemilu 2019. Berdasarkan data yang diperoleh hingga Senin 22 April 2019, jumlah petugas KPPS yang meniggal mencapai 91 orang.

Jumlah Terbanyak di Jawa Barat

Jumlah petugas KPPS yang meninggal dalam pemilu 2019 ini lebih banyak di Jawa Barat. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah petugas KPPS yang meninggal di Jawa Barat adalah 28 orang. Selanjutnay urutan kedua di Jawa Tengah dengan jumlah anggota KPPS yang meninggal 17 orang dan di Jawa Timur 17 orang.

Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), tiga daerah yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) terbanyak. Secara keseluruhan, jumlah TPS dalam Pemilu 2019 di seluruh Indonesia yakni  809.500. Dari jumlah tersebut, sebanyak 138.050 atau 17 persen berada di Jawa Barat, disusul Jawa Timur dengan 130.012 TPS dan Jawa Tengah yakni 115.391 TPS.

Jumlah yang Sakit 347 Orang

Selain meninggal, ada begitu banyak juga petugas KPPS yang sakit usai Pemilu 2019. Jumlahnya lebih banyak yakni mencapai 374 orang. Jumlah petugas KPPS yang sakit ini lebih banyak terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan yakni 128 orang dan Provinsi Sulawesi Tengah menempati urutan dua yakni 83 orang. Dengan demikian, jumlah secara keseluruhan petugas KPPS yang meninggal dan yang sakit dalam Pemilu 2019 yakni mencapai 465 orang.

Terkait pelaksanaan pemilu, sebelumnya Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan, bahwa potensi kejadian seperti itu sebenarnya sudah sempat diantisipasi KPU. Salah satunya, KPU sempat menyusun perencanaan anggaran yang berkaitan dengan sistem kerja KPPS. Bahkan, dalam menyeleksi anggota KPPS, pihaknya mencari orang yang secara fisik dan mental betul-betul sehat.

“Ketika kami memilih itu memang mencari orang-orang yang sehat fisiknya, sehat mentalnya. Karena sehat fisiknya saja juga beresiko kalau orang ditekan kanan-kiri gampang down, nggak bisa,” ujar Arief di Jakarta pada Sabtu, 20 April 2019.

Arief mengatakan bahwa KPU, pernah mengusulkan adanya anggaran untuk asuransi bagi KPPS. “Sebetulnya sejak awal menyusun anggaran, kami minta ada asuransi. Tapi kan karena berbagai macam, hal itu tidak bisa, maka kami mengusulkan agar bisa diberi santunan,” demikian tutur Arief.*

COMMENTS