Pemerintah Minta Roy Suryo Kembalikan Ribuan Unit Barang Milik Negara

Pemerintah Minta Roy Suryo Kembalikan Ribuan Unit Barang Milik Negara

JAKARTA, dawainusa.com Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga meminta Roy Suryo, Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar mengembalikan ribuan barang milik negara (BMN) yang ia bawa selama menjabat sebagai Menpora dan belum dikembalikan sampai hari ini.

Informasi sejumlah barang tersebut masih berada di tangan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu pertama kali diketahui dari surat yang beredar di media sosial yang berisi permintaan kepada Roy Suryo agar menyerahkan kurang lebih 3.226 unit barang milik negara kepada Pemerintah.

Adapun terkait kebenaran surat itu diakui pihak Kemenpora sendiri. Surat bernomor 513/SET.BIII/V/2018 dibuat tanggal 1 Mei 2018 lalu dan telah dikirim kepada Roy Suryo sendiri. “Surat itu betul,” kata Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto Gatot di Jakarta, Selasa (4/9).

Dalam surat itu tak disebutkan secara rinci barang-barang apa saja yang dibawa Roy. Namun dalam surat, Roy diminta untuk mengembalikan 3.226 unit barang milik negara.

Sebelumnya pada tahun 2016 2016, Roy Suryo juga sempat dikirimi surat untuk mengembalikan sejumlah barang milik negara. Barang-barang yang diminta pada waktu itu antara lain antena parabola, karpet turki, hingga komponen alat pemancar.

“Ternyata masih ada beberapa aset yang dikelola menteri sebelum saya yang kini menjadi temuan,” kata Menpora Imam Nahrawi waktu itu.

Sementara Roy Suryo sendiri waktu itu mengaku telah mengembalikan semua barang milik negara yang digunakannya selama menjabat sebagai Menpora.

Roy Suryo Punya Tanggung Jawab Moral

Terpisah, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai politikus Partai Demokrat Roy Suryo memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan barang milik negara. Menurutnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu sedianya taat menjaga pembendaharaan negara.

“Kewajiban pejabat negara apalagi tokoh sebelumnya menjadi menteri itu merupakan tanggungjawab moral, tanggungjawab untuk taat menjaga pembendaharaan negara,” kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

Hasto menyebutkan surat yang dikeluarkan oleh Kemenpora sudah menjadi mekanisme agar Roy mengembalikan aset negara. Sehingga, tak perlu lagi dianjurkan agar segera mengembalikan. “Itu sudah ada mekanismenya surat itu kan sudah melebihi anjuran,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan meminta Roy segera mengembalikan barang-barang milik negara itu. Dia juga menyarankan Roy untuk memberikan klarifikasi jika tidak merasa mengambil barang milik negara tersebut. “Ya kalau ada memang balikin aja. Kalau tidak ada klarifikasi,” kata Syarief.

Menurut Syarief, permasalahan Roy sudah selesai sejak dulu. Namun, jika masih diungkit, lanjut dia, harus segera diselesaikan. “Artinya harus diclearkan karena setahu saya dulu pernah selesai. Saya tahu pasti itu ya. Tapi kalau ternyata belum selesai, berarti harus diclearkan, udah selesai belum. Kalau belum selesai ya balikin,” ungkapnya.

Anggota Komisi I DPR ini juga menegaskan, kasus Roy tidak ada hubungannya dengan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. Tetapi dia tetap berharap masalah itu bisa cepat selesai.

“Enggak ada kaitannya soalnya inikan pribadi. Harus dibedakan karena saya sudah dulu sudah mengingatkan, saya dulu memfasilitasi supaya diclearkan,” ucapnya.*