Dawainusa.com – Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menunda pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Pembangunan tersebut ditunda lantaran pemerintah masih fokus dengan upaya penanganan pandemi Covid-19.

“Sampai hari ini ibu kota negara programnya masih di hold (tunda),” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa di ruang rapat KK 1 DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2020) dikutip dari TribunNews.

Baca jugaViral Seorang Ibu Diprank Sang Anak Telepon dengan Jokowi

Melanjutkan Persiapan Pembangunan Ibu Kota Baru

Dampak pandemi Covid-19 hingga saat ini memang sangat terasa bagi seluruh masyarakat di dunia.

Meningkatnya jumlah pasien yang terpapar corona, membuat berbagai macam aktivitas masyarakat terganggu.

Oleh karena itu, pemerintah RI memutuskan untuk menunda pembangunan Ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Rencana pemindahan tersebut ibu kota tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan bahwa pembangunan fisik ibu kota baru di Kalimantan Timur tidak dilakukan tahun ini.

“Kegiatan yang tidak penting dapat ditunda, proyek fisik dari ibu kota baru tidak akan diimplementasikan tahun ini juga,” kata Suharso.

Ibu kota baru
Gambar Ilustrasi Ibu Kota baru/TribunNews

Baca juga: Anaknya Menderita Penyakit Serius, Perjuangan Penjual Es Ini Viral di Medsos

Meski terjadi penundaan pembangunan, kata Suharso, pemerintah tetap melanjutkan segala persiapan terkait pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

“Kami tetap melanjutkan masterplan, dan pembangunan infrastruktur dasar di kota penyangga, seperti Samarinda dan Balikpapan,” ucap Suharso.

Diketahui, Kementerian PPN/Bappenas mengusulkan pagu anggaran 2021 sebesar Rp 1,7 triliun atau naik sekitar Rp 240 miliar dari pagu awal sebesar Rp 1,5 triliun.

Alokasi anggaran dukungan untuk tim komunikasi dan koordinasi rencana strategis ibu kota negara masuk dalam program perencanaan pembangunan nasional yang dialokasikan sekitar Rp 831,40 miliar.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, berikut 12 kegiatan prioritas Bappenas yang akan dilakukan di tahun 2021:

1. Kesekretariatan koordinasi satu data Indonesia (SDI)
2. Kegiatan tujuan pembangunan berkelanjutan/ SDGs
3. Evaluasi RPJPN 2005-2025 dan penyiapan background study RPJPN 2025-2045
4. Penyusunan detail desain induk pengembangan food estate nasional
5. Platform sistem pangan nasional pasca pandemi Covid19
6. Pelaksanaan reformasi perlindungan sosial
7. Pengembangan sistem informasi monografi desa terpadu
8. Dukungan komunikasi dan kehumasan pada tim koordinasi strategi persiapan rencana pemindahan Ibu Kota Negara
9. Dukungan penerapan Integrated Digital Workspace-Smart Office (IDW-SO)
10. Rentang irrigation modernization project (RIMP)
11. Komering irrigation project (Phase III)
12. Coral reef rehabilitation and management program-coral triangle initiative (Coremap-CTI)