Pelayanan Transportasi di NTT Dibatasi, Berikut Aturannya
Pesata Terbang & Kapal Laut - ist

KUPANG, dawainusa.com – Gubernur NTT Viktor Laiskodat memerintahkan agar dilakukan pembatasan pelayanan transportasi udara dan laut selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 untuk penanganan penyebaran COVID-19 di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Laiskodat melalui surat Instruksi Gubernur tentang pelayanan angkutan transportasi bagi pelaku perjalanan di masa penerapan perpanjangan PPKM level 4 yang diterbitkan pada 9 Agustus 2021.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Ini 10 Jenis Bantuan Pemerintah ke Masyarakat

“Melakukan pembatasan pelayanan angkutan udara, laut, dan penyeberangan yang diberlakukan terhitung mulai 9-16 Agustus 2021,” demikian bunyi surat Instruksi Gubernur Viktor Laiskodat.

Adapun surat tersebut ditujukan kepada sejumlah pihak yaitu Wali Kota Kupang, para bupati se-NTT, operator angkutan udara, operator angkutan laut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, dan Direktur Utama PT Flobamor.

Lewat instruksi itu, Laiskodat meminta operator angkutan udara agar memberlakukan syarat perjalanan udara bagi penumpang dari luar NTT dengan wajib menunjukkan minimal surat vaksinasi COVID-19 pertama.

Selai itu, juga harus disertakan dengan surat hasil negatif tes rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Sedangkan bagi pelaku perjalanan ke luar wilayah NTT, mereka wajib mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku di daerah tujuan.

Pelaku Perjalanan Melalui Transportasi Udara dan Laut di Wilayah NTT Tidak Harus Pakai Kartu Vaksin

Lebih lanjut, dalam instruksi tersebut, Laiskodat juga menyatakan bahwa syarat pelaku perjalanan untuk moda transportasi udara di dalam wilayah NTT tidak harus menunjukkan surat vaksin pertama tetapi wajib menunjukkan surat hasil negatif tes rapid antigen dan mengisi e-HAC Indonesia.

Laiskodat juga memerintahkan agar operator angkutan laut melarang perjalanan penumpang dengan kapal laut dari luar untuk masuk ke wilayah NTT melalui semua pelabuhan penyeberangan, kecuali Pelabuhan Tenau Kupang.

Baca juga: Diperpanjang Lagi, Ini Sejumlah Daerah yang Terapkan PPKM Level 4

Sedangkan moda transportasi laut dan penyeberangan yang melayani pelaku perjalanan di dalam wilayah NTT beroperasi seperti biasa dengan ketentuan penumpang tidak harus menunjukkan surat vaksin pertama tetapi wajib membawa surat hasil negatif tes rapid antigen dan mengisi e-HAC Indonesia.

Angkutan laut dari luar NTT yang tetap diperbolehkan untuk masuk di NTT ialah hanya untuk mengangkut barang dan logistik, dengan ketentuan semua awak kapal wajib menunjukkan minimal surat vaksin pertama dan hasil negatif tes rapid antigen.

“Sedangkan keberangkatan kapal laut yang akan keluar wilayah NTT mengikuti ketentuan yang berlaku di pelabuhan tujuan,” kata Laiskodat dalam instruksinya tersebut.*