dawainusa.com Peristiwa pembacokan kembali terjadi di Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini, peristiwa naas tersebut menimpa ML (30). ML dibacok hingga terluka parah oleh tetangga korban, EK, menggunakan sebilah parang.

Baca juga: Hantavirus, Virus Mematikan yang Picu Kekhawatiran Baru di China

Menurut keterangan Kapolsek Fatuleu Ipda Anton Wodo, aksi nekat EK lantaran tidak terima pinggul isterinya dipegang ML.

“Masalah pembacokan itu, karena pelaku (EK) tidak terima dan marah, lantaran korban (ML) memegang pinggul istrinya. Kejadiannya tadi malam,” ungkap Anton, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (25/3/2020).

Pegang Pinggul Istri Orang, Pria di Kupang Dibacok Suaminya
Ilustrasi – ist

Kronologi Pria di Kupang Dibacok

Peristiwa pembacokan itu, kata Anton, bermula ketika EK bersama istrinya MB, jalan kaki dari rumah hendak berkunjung ke kerabat mereka.

Saat itu, keduanya berpapasan dengan ML, sehingga ML yang ingin bercanda lantas memegang pinggul MB. EK yang tak terima dan marah, kemudian pulang ke rumahnya dan mengambil sebilah parang.

Baca juga: Mengintip Rencana Pemerintah Menuju Puncak Covid-19 di Indonesia

Tak berselang lama, EK pun datang dan tanpa banyak bicara langsung membacok ML dari arah belakang, hingga mengenai punggung dan lengan kiri. Setelah dibacok, ML pun terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Usai membacok ML, EK lalu melarikan diri. ML lantas dievakuasi oleh masyarakat ke Puskesmas Fatuleu Barat, guna mendapat perawatan medis

“Karena luka bacok di tubuh korban sangat parah, dia kemudian dirujuk ke RSUD Naibonat,” kata Anton.

“Kondisi korban sampai dengan saat ini sadar, tetapi masih dalam pengaruh minuman keras, sehingga kami belum bisa minta keterangan,” sambung Anton.

Pihaknya, kata Anton, masih mengejar EK yang masih menghilang usai kejadian.*