Dawainusa.com — Langkah menantu Presiden Joko Widodo Bobby Nasution menuju Pemilihan Kepala Daerah Medan tahun 2020 makin mulus.

Setelah mengantongi dukungan empat partai politik, Selasa (11/8), PDI Perjuangan akan mengumumkan dukungannya kepada suami Kahiyang Ayu, putri Jokowi itu.

Dukungan ini diberikan sebagai langkah taktis PDIP karena beberapa waktu belakangan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu belum memberikan rekomendasi ke kadernya itu untuk berlaga di Pilkada Medan 2020.

“Benar, dari 75 daerah seluruh Indonesia yang besok akan diumumkan, khusus untuk Pilkada di Sumut akan diumumkan 12 kabupaten/kota, termasuk Kota Medan,” kata Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, kepada Detik, Senin (10/8).

Meski demikian, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta (2012-2017) itu belum memberikan titik terang, apakah Bobby akan mendapatkan rekomentasi dari PDIP.

“Agak sabaran dikit lah. Untuk kepastiannya tunggu saja besok,” tukasnya.

Baca Juga: Lawan “Kotak Kosong”, Gibran Berpeluang Menang di Pilwalkot Solo

Sebelumnya Bobby Nasution dan pasangannya Aulia Rachman di Pilkada Medan 2020 telah didukung 4 parpol, yaitu Gerindra, Golkar, Nasdem, dan PAN.

Dukungan Nasdem langsung diumumkan oleh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh saat meresmikan kantor baru Nasdem Sumut di Medan, Kamis (20/2) lalu. Nasdem sendiri memiliki 4 kursi di DPRD Medan.

Sementara dukungan dari Golkar disampaikan oleh Ketua Bappilu Golkar Maman Abdurrahman pada 17 Juni, setelah melihat elektabilitas Bobby yang tinggi di Medan. Golkar memiliki 4 kursi di DPRD Medan.

Berikutnya giliran PAN yang menyatakan dukungan kepada Bobby Nasution. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan secara terbuka menyatakan partai yang memiliki 6 kursi di DPRD Medan itu mendukung menantu Jokowi pada 29 Juli lalu.

Partai Gerindra adalah partai terakhir yang mendukung Bobby. Berbeda dengan partai lainnya, Gerindra yang memiliki 10 kursi di DPRD Medan menyatakan dukungan dengan memasangkan Bobby bersama kadernya yang duduk di DPRD Medan Aulia Rachman.

Surat rekomendasi dukungan bakal paslon Bobby-Aulia ini diteken oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani.

Total kursi keempat parpol di DPRD Medan adalah 24 kursi. Jumlah kursi ini melampaui syarat minimal dukungan parpol untuk mendaftar ke KPU Medan, yaitu 10 kursi.

Baca Juga: Tanggapan Gibran Soal Dapat Rekomendasi Megawati Maju Pilkada Solo

Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu
Foto Instagram/@ayanggkahiyang

Bayangan Kekalahan Jokowi dan PDIP

Bobby Nasution yang akan berlaga di Pilkada Medan 2020 memang akan berjalan mulus karena didukung mayoritas parpol.

Namun demikian, ia akan dibayangi rekor buruk PDIP di kota itu. Terutama rekor kekalahan yang dialami Jokowi, yang diusung PDIP, pada Pilpres 2019.

Berdasarkan data KPU, pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat 542.221 suara, kalah tipis dari pasangan Prabowo-Sandi yang mendapat 645.209 suara.

Sebelumnya, Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP di Pilgub Sumut 2018 juga kalah. Djarot saat itu diusung PDIP-PPP berpasangan dengan Sihar Sitorus.

Djarot-Sihar kalah dari Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Medan. Djarot-Sihar saat itu mendapat 357.377 suara, sementara Edy-Ijeck mendapat 551.641 suara.

Baca Juga: Kabar Gembira, Kahiyang Ayu Melahirkan Anak Kedua, Ini Jenis Kelamin Cucu Keempat Jokowi

Pengamat politik Rico Marbun mengatakan bahwa warga Medan tidak mudah jatuh cinta pada nama besar yang berada di balik calon pemimpin daerah.

“Melihat tipologi pemilih yang ada di Medan atau di Sumatera Utara secara keseluruhan begitu, dia tidak mudah terpesona dengan nama besar yang ada di belakang kandidat,” ujar Rico kepada Detik, Selasa (4/8) lalu.

Tipologi pemilih Medan, kata Rico, lebih melihat pemimpin yang mempunyai track record baik ketimbang disokong nama besar. Apalagi Bobby Nasution orang baru dalam politik.

Karena itu, menurut prediksi Rico, saingan terberat Bobby Nasution dan Aulia Rachman adalah Akhyar Nasution yang saat ini menjabat sebagai Plt. Walikota Medan.

Akhyar Nasution juga merupakan kader PDIP tapi kemudian dipecat karena dinilai tidak loyal terhadap partai. Kini Akhyar Nasution didukung Partai Demokrat dan PKS.*