PDAM Labuan Bajo Siap Kelolah Kapal Pengangkut Air

PDAM Labuan Bajo Siap Kelolah Kapal Pengangkut Air

LABUAN BAJO, dawainusa.com – Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT berkomitmen akan memanfaatkan kapal pengangkut air bantuan dari pemerintah pusat yang akan segera tiba di daerah tersebut.

Direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo Hubertus Lendo mengatakan, pihaknya akan mengelolah kapal tersebut secara khusus untuk menyalurkan air minum bersih  bagi masyarakat yang ada di pulau-pulau.

Baca juga: Batik Air Siap Layani Penerbangan Langsung Surabaya-Labuan Bajo

“Kapal pengangkut air akan segera kami kelola dengan priorotas utama memasok air bersih bagi masyarakat di pulau-pulau kecil berpenghuni di sekitar Labuan Bajo,” jelas Hubertus Lendo di Labuan Bajo, Selasa (4/9).

Lendo menerangkan, kapal pengangkut air bantuan pemerintah pusat tersebut saat ini sedang dilakukan docking di Benoa, Bali karena ada penambahan beberapa bagian kapal untuk kepentingan operasional.

Setelah semua itu selesai, demikian Lendo, kapal akan langsung diserahkan kepada Pemerintah Manggarai Barat untuk dikelolah oleh PDAM Wae Mbeliling. Kapasitas kapal tersebut, terang Lendo, mencapai 50 meter kubik.

Kondisi Masyarakat di Pulau Memprihatinkan

Bantuan kapal pengangkut air tersebut memang sangat diharapkan dan dibutuhkan bagi masyarakat Manggarai Barat secara khusus mereka yang berada di pulau-pulau.

Lendo mengatakan, selama ini, kondisi masyarakat di pulau-pulau itu sangat memprihatinkan. Masyarakat yang berada di pulau-pulau di daerah itu selalu mengalami kesulitan untuk mendapatkan air minum bersih.

Baca juga: Sambut Tamu IMF-WB, Bandara Komodo Labuan Bajo Diperluas

“Memang kondisinya sangat memprihatinkan. Warga harus menyeberang atau membeli air dari pengusaha-pengusaha lokal di pulau-pulau yang datang mengambilnya di Labuan Bajo,” ujar dia.

Dengan adanya kapal tersebut, demikian Lendo, diharapkan bahwa masalah kesulitan mendapatkan air bersih tersebut dapat segera diatasi.

“Kapal nanti akan berpindah-pindah secara mobile ke pulau-pulau kecil berpenghuni secara terjadwal sehingga warga tidak perlu lagi membelinya di Labuan Bajo,” tutur Lendo.

Akan Dapat Kapal Pengangkut Sampah

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, selain akan mendapatkan kapal pengangkut air minum bersih dari perintah pusat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga akan mendapatkan kapal pengangkut sampah.

Bantuan dua kapal tersebut juga diketahui untuk mendukung kegiatan wisata para delegasi rapat tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada Oktober mendatang.

Sebab, dalam agendanya, berbagai delegasi rapat itu direncanakan akan berkunjung ke daerah di ujung barat Pulau Flores tersebut.

Untuk kapal pengangkut sampah, demikian Dula, nantinya akan dipakai untuk mengambil berbagai jenis sampah yang berada di pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo dan perairannya untuk diangkut menuju tempat pembuangan akhir yang terletak di Kota Labuan Bajo.

Baca juga: Dinas Pariwisata Dorong Pengadaan Kapal Cepat Labuan Bajo-Sumba

Sementara untuk mendukung kedatangan tamu wisata tersebut, pemerintah daerah setempat juga telah berkomitmen untuk  terus membenahi berbagai macam infrastruktur di daerah itu di bawah kerja sama dengan pemerintah pusat.

Sejauh ini, terang Dula, berbagai jenis infrastruktur sedang dibangun di daerahnya seperti tempat pembuangan akhir sampah, jalan raya serta pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo.

“Nanti ada lagi dermaga niaga baru yang akan dibangun pada tahun depan. Sedang, yang tengah dikerjakan saat ini adalah pelabuhan Marina,” ujar dia.

Sementara untuk para investor yang berada di Labuan Bajo, Dula mengatakan, mereka sudah sedang membangun berbagai macam fasilitas perhotelan untuk mendukung ribuan peserta IMF-Bank Dunia yang akan mengunjungi daerah tersebut.

Karena itu, Dula sendiri berharap agar berbagai macam pembangunan infrastruktur yang sudah sedang dibangun tersebut akan dapat secara bertahap mengimbangi kebutuhan kunjungan wisatawan yang terus meningkat menuju daerah Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.