Paus Fransiskus Sampaikan Duka Cita Untuk  Korban Lion Air

Paus Fransiskus Sampaikan Duka Cita Untuk Korban Lion Air

JAKARTA, dawainusa.com – Pemimpin tertinggi umat katolik sedunia Paus Fransiskus menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada seluruh penumpang yang menjadi korban dari pesawat Lion Air JT 610.

Pesan ini disampaikan Paus Fransiskus setelah mendengar kabar kecelakaan pesawat dari Jakarta. Baginya, kecelakaan ini merupakan duka untuk semua orang dan kita mesti terpanggil untuk memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Melansir Vatican News, Paus Fransiskus tidak bisa menahan rasa sedihnya setelah mendengar kabar jatuhnya pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang tersebut.

Baca juga: Pengakuan Conchita Caroline: Lion Air JT-610 Bermasalah di Malam Sebelum Jatuh

Terlebih karena Indonesia sebelumnya mengalami bencana beruntun yakni gempa Lombok dan Tsunami di Palu. Ucapan duka cita dari Paus ini ditulis dalam sebuah surat dan ditandantangani atas nama Paus Fransiskus.

“Setelah mengetahui kabar kecelakaan pesawat baru-baru ini di Jakarta, dengan perasaan sedih Paus Fransiskus menyampaikan belasungkawa kepada semua orang yang terdampak oleh tragedi ini,” demikian bunyi sebuah Telegram duka cita yang ditandatangani atas nama Paus Fransiskus oleh Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, Jakarta, Selasa (30/10).

Jatuhnya pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Jakarata – Pangkalpinang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh seluruh penumpang yang menjadi korban dari pesawat tersebut.

Bagi Paus, ini adalah rencana Tuhan yang tidak pernah diketahui oleh manusia. Karenanya, ia secara khusus memberikan penguatan kepada keluarga korban agar tetap mendapatkan kekuatan dan ketabahan.

Keluarga korban

Keluarga para korban kecelakaan pesawat Lion – ist

Doa dari Paus Fransikus Bagi Para Korban

Tidak bisa dibantah bahwa kepergian dari orang-orang yang menjadi korban kecelakan pesawat Lion Air meninggalkan duka mendalam bagi semua keluarga yang ditinggalkan.

Keluarga yang ditinggalkan juga tidak pernah membayangkan akan terjadinya peristiwa sedih ini. Untuk itu, Paus Fransiskus memberikan jaminan doa kepada seluruh korban dari kecelakaan ini.

“Beliau menawarkan jaminan doanya bagi semua yang telah meninggal dan bagi mereka yang berduka cita atas kehilangan mereka. Setelah bangsa dan semua yang terlibat dalam upaya penyelamatan dan pemulihan, Yang Mulia memohon kekuatan dan kedamaian dari Allah Yang Mahakuasa,” demikian tulisan Kardinal dalam pesanya kepada Uskup Agung Piero Pioppo, Nuntius Apostolik untuk Indonesia.

Baca juga: Kesaksian Calon Penumpang Lion Air yang Selamat Karena Macet

Bagi Paus, Peristiwa duka ini tidak bisa disangkal oleh manusia. Kita diciptakan dan dikembalikan melalui kuasa sang pencipta. Kecelakaan pesawat ini bagian dari rencana Tuhan yang tidak pernah diketahui oleh manusia.

Ia pun meminta kepada semua umat untuk ikut berduka cita bersama keluarga yang ditinggalkan oleh korban kecelakaan pesawat Lion Air ini. Paus juga tidak lupa meminta kepada semua umat untuk turut mendoakan semua korban kecelakaan pesawat Lion Air tersebut.

Pesawat Hilang Kontak Setelah Duabelas Menit Lepas Landas

Sebelumnya, pesawat Boeing 737 MAX 8 akan terbang dengan jurusan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Pesawat ini rencananya dijadwalkan tiba di Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang pada pukul 7.10 pagi. Namun, pesawat ini kehilangan kontak dengan setelah beberapa menit lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Baca juga: Begini Chat Terakhir Pramugari Lion Air JT610 dengan Sang Pacar

Menurut juru bicara otoritas navigasi udara Indonesia, sebelum pesawat Boeing 737 MAX 8 ini jatuh, pilot Lion Air JT 610 telah meminta dan mengajukan kembali ke pangkalan. Namun, pesawat ini kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara dan pada akhirnya jatuh.

Adapun berdasarkan data dari layanan layanan pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi sekitar dua menit setelah penerbangan pesawat mencapai 2.000 kaki atau sekitar 609 meter.

Diketahui, pada titik ini, pesawat turun 500 kaki atau 152 meter lebih dan berbelok ke kiri sebelum naik lagi hingga ketinggian 5.000 kaki atau 1.524 meter sebelum akhirnya jatuh.

Data layanan ini juga mencatat kecepatan pesawat sebelum jatuh. Diketahui kecepatan pesawat Lion Air JT 610 dilaporkan pada 638 km/jam, sebelum hilang ketika berada di ketinggian 3.650 kaki atau 1.112 meter.*