Paus Fransiskus Ingin Mengubah Kalimat Dalam Doa Bapa Kami

Paus Fransiskus Ingin Mengubah Kalimat Dalam Doa Bapa Kami

Paus Fransiskus mengungkapkan keinginannya untuk mengubah kalimat "janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan" dalam doa Bapa Kami. (Foto: BBC)

ITALIA, dawainusa.com – Paus Fransiskus mengungkapkan keinginannya untuk mengubah terjemahan doa Bapa kami (The Lord’s Prayer) karena menurutnya versi terjemahan yang digunakan saat ini menyiratkan bahwa Tuhan-lah yang mendorong manusia ke dalam pencobaan.

Dalam wawancara dengan sebuah televisi Italia, pemimpin Gereja Katolik itu menjelaskan, kalimat “janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan” (lead us not into temptation) yang telah dipakai oleh jutaan umat Kristiani selama berabad-abad didasarkan pada terjemahan yang cacat.

“Ini bukan terjemahan yang baik karena menyebutkan bahwa Tuhan-lah yang menyebabkan godaan,” ungkap Paus Fransiskus seperti dilansir oleh Sky News, Jumat (8/12).

Baca jugaTrump, Yerusalem dan Upaya Perdamaian Israel-Palestina

Menurutnya, terjemahan itu janggal bagi umat Kristiani yang meyakini bahwa setan-lah yang menggoda manusia ke dalam dosa. Lebih lanjut, Paus ke-266 itu menjelaskan, Tuhan tidak mendorong seseorang ke dalam pencobaan untuk kemudian melihat bagaimana orang itu jatuh ke dalam dosa.

“Seorang ayah tidak akan melakukan itu,” ungkap Paus Fransiskus. “Seorang ayah justru membantumu untuk segera bangkit. Setanlah yang mengarahkan manusia ke dalam pencobaan, karena itu memang bagiannya,” pungkasnya.

Pernyataan Paus Fransiskus tersebut dapat mengarah ke diubahnya kalimat dalam doa Bapa Kami. Adapun doa Bapa Kami, menurut Injil, merupakan satu-satunya doa yang diajarkan langsung oleh Yesus Kristus kepada para muridnya dan oleh beberapa kalangan diyakini merangkum pesan inti Kekristenan.

Pemungutan Suara di Gereja Katolik Perancis

Pernyataan Paus Fransiskus untuk mengubah kalimat dalam doa Bapa Kami menyusul keputusan yang diambil oleh Gereja katolik Perancis yang pada bulan lalu mengadakan pemungutan suara untuk mengubah terjemahan kalimat “janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan”.

Adapun doa Bapa Kami yang saat ini digunakan oleh Gereja Katolik merupakan versi terjemahan tahun 1966. Ketika itu, Konsili Vatikan II menetapkan versi terjemahan bahasa setempatlah yang seharusnya digunakan ketimbang terjemahan bahasa Latin.

Secara hermeneutis, doa Bapa Kami dalam Injil ditulis dalam bahasa Aram, bahasa yang digunakan oleh Yesus. Dalam sejarah penyebaran iman Kristen, doa tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, kemudian diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Latin.

Baca jugaTiga Hal Istimewa Di balik Kota Suci Yerusalem

Bagian yang dipersoalkan oleh Paus Fransiskus dari terjemahan doa Bapa Kami tersebut adalah versi Yunani dari kata pencobaan, peirasmos. Menurut Pendeta Dr. Ian Paul, seorang teolog dari Gereja Inggris, kata peirasmos bisa diterjemahkan sebagai pencobaan tetapi juga dapat diterjemahkan sebagai ujian.

“Kalimat itu sebenarnya memiliki makna yang lebih luas – kita meminta kepada Tuhan untuk melindungi kita dari ujian yang sangat-sangat sulit,” ungkap Pendeta Dr. Ian Paul.

Sementara itu, di kalangan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir yang umum dikenal dengan nama Gereja Mormon, kalimat dalam doa Bapa Kami tersebut diterjemahkan menjadi: “janganlah kami menderita karena pencobaan”.

Doa Bapa Kami

Doa Bapa kami, menurut Injil, merupakan doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus kepada murid-muridnya sebagai pedoman berdoa. Doa yang dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan terjemahan The Lord’s Prayer ini diambil dari kitab Injil Matius (Matius 6:9-13).

Berikut adalah terjemahan doa Bapa Kami yang dipakai oleh umat katolik di Indonesia:

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
(Doksologi: Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.)
Amin.

*(RTH)