Patrice Cyrille, Wisatawan Swedia yang Hilang di Perairan Komodo Belum Ditemukan

Patrice Cyrille, Wisatawan Swedia yang Hilang di Perairan Komodo Belum Ditemukan

Patrice Cyrille, wisatawan asing berusia 76 tahun asal Swedia hilang tertenggelam di Perairan Komodo, Rabu (27/12) belum ditemukan. (Ilustrasi menyelam)

LABUAN BAJO, dawainusa.com Naas menimpa seorang wisatawan asing asal Swedia yang sedang melancong di Labuan Bajo. Pria berusia 76 tahun itu hilang saat menyelam di  sekitar Pulau Mawan, kawasan perairan Taman Nasional Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (27/12), sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Berita tenggelamnya wisatawan asing yang dikenal dengan nama Patrice Cyrille Marie Worth diketahui setelah rekan korban melaporkan kepada polisi setempat. Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardo, dari Labuan Bajo, Jumat (29/12) membenarkan adanya peristiwa naas tersebut.

Baca juga: 14 Tahun KPK dan Kegelisahan Saut Situmorang

“Ketika melakukan penyelaman, Patrice tidak juga keluar dari dalam laut sehingga mereka akhirnya melaporkan kejadian itu kepada kami. Mereka menumpang Kapal Motor Ombak Biru 219 GT yang dinahkodai Kasim Tukloy alias ayah dan didampingi 15 orang anak buah kapal (ABK),” jelas Julisa, sebagaimana dilansir kompas.com, Jumat (29/12).

Hal yang sama disampaikan Koodinator SAR Manggarai Barat Edy Suryono. “Wisatawan itu hilang sejak Rabu (27/12/2017) kemarin sekitar pukul 15.30 Wita. Dia (Patrice) menyelam pada pukul 15.00 Wita dan dinyatakan hilang pada pukul 15.30 Wita,” kata Edy.

Belum Ditemukan, Pihak SAR Terus Mencari

Pasca kepolosian setempat melaporkan berita itu kepada SAR Pos Labuan Bajo, Tim SAR Labuan Bajo langsung menanggapi untuk melakukan pencarian. Koordinator SAR Manggarai Barat Edy Suryono menuturkan bahwa pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap korban.

“Awalnya kita mendapat laporan dari polisi, sehingga kita langsung bergerak melakukan pencarian sejak kemarin sore hingga malam,” ucap Edy.

Baca juga: Pilgub NTT, PKS: Kami Titip Pa Benny Ayomi Semua Pemeluk Agama

Namun hingga berita ini diturunkan, korban yang saat itu melakukan penyelaman bersama 17 orang rekannya yang lain, masih belum ditemukan. Edi Suryono belum memastikan keberhasilan operasi pencarian tersebut.

Pihaknya yang ditugaskan oleh Undang-Undang untuk mencari dan mengevakuasi korban yang hilang akibat kecelakaan sudah berkordinasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan pencarian terhadap korban.

Pihak-pihak yang yang ikut bersama Tim SAR Manggarai Barat melakukan pencarian terhadap korban yang hilang asal Swedia itu antara lain, yakni Polair Baharkam, , Polairda NTT, KP3 Labuan Bajo, Personel Taman Nasional Komodo, BIN, Syahbandar, Perwakilan Agen dan TNI AL.

Hampir Tiap Tahun Terjadi

Peristiwa hilangnya wisatawan asing di perairan Komodo hampir terjadi setiap tahun. Hal ini diungkap mantan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Supiyanto pada 13 Juli yang lalu. Pernyataan Supiyanto kala itu ketika terjadi hilangnya seorang wisatawan asing asal Singapura di Perairan Gili Lawa Laut, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Menurut Supiyanto, sebagian besar yang menghilang dan akhirnya ditemukan tewas adalah wisatawan asing. “Hampir tiap tahun ada kejadian serupa dan sebagian besar adalah warga negara asing,” ungkap Supiyanto kala itu.

Baca juga: Pencarian Seorang Pastor Karmel yang Diduga Tenggelam Dihentikan

Peristiwa naas macam ini mengindikasikan rawannya kecelekaan dalam beriwasata di perairan Komodo. Pelaku pariwisata dan pemerintah setempat perlu mencari solusi untuk meminimalisir peristiwa yang tidak diingin seperti ini.

Mengupayakan keselamatan bagi wisatawan baik lokal maupun wisatawan manca negara mesti menjadi semboyan utama dari pelaku wisata yang ada di Labuan Bajo dan pemerintah setempat.* (RSF)