Dipaksa Ambil dari RS, 3 Pasien Covid-19 di NTT Akhirnya Meninggal Dunia
Ilustrasi - is

MAUMERE, dawainusa.com – Tiga pasien Covid-19 di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia di rumahnya masing-masing setelah diambil paksa oleh pihak keluarga dari rumah sakit.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr. Clara Francis mengatakan, sebenarnya tiga pasien tersebut harus dirawat di rumah sakit, namun pihak keluarga memaksa agar mereka dipulangkan dan dirawat di rumahnya.

Baca juga: Penularan Covid-19 Sangat Cepat, WHO Desak Perketat PPKM di Indonesia

“Pasien isolasi mandiri di Sikka yang meninggal ada tiga, dua diantaranya sudah dirawat di rumah sakit, tetapi mereka paksa pulang ke rumah,” kata dr. Clara Francis, Jumat (23/7).

Meskipun meninggal dunia di rumahnya masing-masing, tiga pasien yang sudah meninggal dunia akibat positif Covid-19 tersebut dimakamkan dengan tetap mengikuti standar protokol kesehatan yang ada.

Lebih lanjut Francis menjelaskan, sejauh ini, masih banyak warga di wilayah tersebut yang menolak untuk dikarantina setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Boleh karantina mandiri jika gejala ringan. Jika dalam perjalanan isolasi mandiri itu mengalami perburukan, keluarga bisa menghubungi satgas dan itu langsung dijemput,” tutur Francis.

Di NTT Juga Ada Upaya Pengambilan secara Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Selain kejadian pengambilan paksa pasien Covid-19, di NTT juga terjadi upaya pengambilan secara paksa terhadap jenazah pasien yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Kejadian tersebut terjadi di Kupang pada Sabtu (17/7). Jenazah pasien tersebut berinisial LHH (27), yang dipaksa ambil agar disemayamkan di rumah pribadinya.

Upaya pengambilan secara paksa itu dilakukan oleh keluarga jenazah tersebut. Mereka melakukan demikian lantaran tidak menerima LHH dinyatakan meninggal akibat positif Covid-19.

Baca juga: Setelah Ambil Paksa Jenazah Pasien, 2 Warga di NTT Positif Covid-19

Meski demikian, walaupun dipaksa agar disemayamkan di rumah pribadinya, pada akhirnya, yakni setelah bernegosiasi dengan pihak kepolisian setempat, pihak keluarga menyetujui agar jenazah tersebut dimakamkan sesuai aturan yang ada.

“Setelah melalui perdebatan yang panjang, keluarga memperbolehkan Satgas Covid-19 memakamkan jenazah pasien Covid-19 itu di pemakaman dengan protokol Covid di TPU Batukadera Kota Kupang,” tutur Krisna.

Adapun terkait ini, pihak keluarga tersebut sudah melakukan permohonan maaf kepada seluruh warga, secara khusus bagi warga Kota Kupang.*