Para Peneliti Ungkap Alasan Pria Menyukai Payudara Wanita

Para Peneliti Ungkap Alasan Pria Menyukai Payudara Wanita

Bagi kebanyakan pria, jaringan lemak yang berada di bagian dada wanita memang merupakan suatu daya tarik yang sangat menggoda. Hal itulah yang mendorong pria untuk menyentuhnya. (Ilustrasi payudara - Foto: Thinkstock)

LIFE STYLE, dawainusa.com Peristiwa pelecehan seksual di National Hospital Surabaya beberapa waktu lalu rupanya masih membekas di ingatan kita. Saat itu, salah seorang oknum perawat pria meremas payudara seorang pasien wanita. Kejadian itupun mendadak heboh lantaran videonya tersebar di media sosial.

Kejadian pelecehan seksual berupa peremasan payudara wanita oleh pria bukan cuma sekali terjadi. Beberapa waktu lalu, kejadian yang sama terjadi di Depok. Seorang pria meremas payudara seorang gadis yang berusia 22 tahun.

Boleh jadi, bagi kebanyakan pria, jaringan lemak yang berada di bagian dada wanita memang merupakan suatu daya tarik yang sangat menggoda. Hal itulah yang mendorong pria untuk menyentuhnya.

Baca juga: Bukan Hanya Wanita, Ini Gejala Kanker Payudara pada Pria

Meskipun sejauh ini para peneliti masih belum mengungkap secara pasti alasan di balik ‘kecintaan’ pria pada payudara. Akan tetapi sudah banyak teori dan studi yang mencoba memberikan penjelasan mengenai hal ini.

Dilansir Live Science, kelenjar susu adalah salah satu ciri khas dari mamalia seperti manusia dan singa. Namun pada manusia, ini menjadi unik. Disadari ataupun tidak, manusia telah memberikan kelenjar susu ini sebuah peran seksual yang besar.

Menurut Antropolog Owen Lovejoy, evolusi telah memberikan tanda unik di sekitar bagian reproduksi wanita dan pria untuk menarik pasangan. Tak hanya pada organ reproduksi, evolusi juga telah memberi tanda unik seksual pada payudara wanita.

Evolusi menjadikan payudara sebagai cara untuk memberikan sinyal bahwa wanita tersebut memiliki nutrisi yang cukup, menjadikannya sebagai calon pasangan yang menjanjikan untuk bereproduksi.

Dalam sebuah studi di tahun 2004, ditemukan bahwa wanita dengan payudara yang besar memiliki tingkat hormon estradiol mid-cycle lebih tinggi. Hormon tersebut diketahui dapat meningkatkan kesuburan seseorang.

Selain itu, ada studi yang menemukan bahwa pria menyukai payudara yang besar serta ukuran pinggang hingga pinggul yang besar. Hal ini mendukung pendapat bahwa wanita dengan bentuk tubuh seperti jam pasir menyampaikan kesan muda dan kesuburan.

‘Kecintaan’ akan Payudara Wanita, Alami atau Diajari?

Kendati demikian, masih banyak perdebatan dalam hal ini. Salah satunya adalah tidak diketahui dengan pasti apakah secara umum payudara dipuja  oleh pria.

Pada 1951, dalam sebuah studi dari 191 kebudayaan, atropolog Clellan Ford dan ahli etologi Frank Beach melaporkan bahwa hanya 13 dari ratusan kebudayaan tersebut yang menganggap payudara penting secara seksual bagi pria.

Baca juga: Deretan Musisi Jenius yang Mengalami Gangguan Jiwa Akut

Sebanyak 13 kebudayaan pernah melakukan stimulasi pada payudara saat melakukan hubungan seks. Tetapi hanya tiga kebudayaan di antaranya yang menganggap payudara memiliki daya tarik seksual.

Dalam sebuah buku berjudul “Breastfeeding: Biocultural Perspectives” yang ditulis pada 1995, antropolog Katherine Dettwyler menjelaskan ke kawannya di Mali mengenai kegiatan seksual menggunakan payudara. Dettwyler menceritakan dirinya mendapat reaksi kaget hingga ketakutan saat menjelaskan hal tersebut.

“Mereka menganggap hal tersebut sebagai tidak natural, kelakuan mesum, dan merasa sulit untuk mempercayai bahwa pria dapat terangsang secara seksual oleh payudara wanita, atau wanita merasa nikmat dari aktivitas tersebut,” tulis Dettwyler.

Dalam perspektif budaya, pria secara biologis tidak begitu tertarik pada payudara. Tetapi para pria dapat dilatih sejak usia dini untuk menganggap payudara adalah suatu hal yang erotis.

“Manusia dapat belajar untuk melihat payudara sebagai daya tarik seksual. Kita dapat belajar untuk menyukai payudara yang panjang menjuntai atau payudara yang bulat, tegak. Kita dapat belajar untuk menyukai payudara besar,” tulis Dettwyler.

Ketertarikan pria pada payudara dalam tiap kebudayaan terbukti berbeda-beda. Sebuah studi pada tahun 2011 mencoba membandingkan preferensi pria pada ukuran dan kesimetrian payudara, serta ukuran dan warna daerah gelap di sekitar puting payudara.

Studi ini dilakukan di Papua Nugini, Samoa, dan Selandia Baru. Hasilnya ditemukan, pria dari Papua Nugini cenderung lebih menyukai payudara yang lebih besar dibandingkan pria dari dua negara lainnya.

Hal ini dikarenakan pria dari Papua Nugini dianggap berasal dari kebudayaan subsisten yang mandiri. Jadi wanita dengan payudara besar dianggap lebih menarik karena saat kesulitan makanan mereka dapat tetap menyusui anaknya.*