Dawainusa.com — Seiring pemberlakuan “new normal” atau kenormalan baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dimulai 15 Juni lalu, ada kurang lebih 10 paket wisata di provinsi kepulauan yang telah dipesan oleh wisatawan mancengara (wisman).

Menurut penuturan Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTT Abed Frans, rata-rata pemesanan paket wisata tersebut untuk periode menjelang akhir tahun ini.

”Kami telah mendapat pemesanan hampir 10 paket wisata dari mancanegara. Yang lain seperti dari pihak panorama juga sudah banyak yang masuk dan saya yakin teman-teman pelaku lain juga sudah mulai menerima booking-an. Diperkirakan total booking-an paket wisata yang masuk untuk seluruh pelaku wisata di NTT bisa puluhan paket,” kata Abed Frans seperti diberitakan Jawa Pos, Selasa (4/8).

Destinasi wisata ke Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, kata Abed, menjadi paket wisata yang paling banyak dipesan oleh wisman.

Terkenal dengan Taman Nasional Komodo (TNK) yang merupakan gugusan tiga pulau besar: Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar, dan pulau-pulau kecil sekitarnya, Labuan Bajo memang menjadi magnet utama wisata di Provinsi NTT.

Pada awal tahun ini, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Labuan Bajo sebagai kawasan wisata super premium, berniat menjadikannya sebagai pusat destinasi wisata Indonesia.

Pemerintah pun sedang mengerjakan beberapa proyek sebagai penopang pariwisata Labuan Bajo, mulai dari bandara, marina, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Selain Labuan Bajo, Abed mengatakan bahwa permintaan paket wisata ke Pulau Timor juga cukup banyak. Sementara permintaan dari wisatawan domestik juga sudah mulai berjalan.

Ia menambahkan, saat ini pihak operator tur terus melakukan promosi pariwisata NTT secara digital baik berupa email kepada relasi maupun pelanggan maupun flyer atau brosur yang dibagikan melalui berbagai jejaring media sosial.

Wisata Mulut Seribu di Rote Ndao, NTT. Foto/Campatour.com.
Wisata Mulut Seribu di Rote Ndao, NTT. Foto/Campatour.com.

Kunjungan Wisatawan Turun

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Wayan Darmawa mengatakan bahwa kunjungan wisatawan ke NTT tahun ini menurun drastis.

Hal itu karena penyebaran virus corona yang melanda Indonesia sejak Maret lalu. Tercatat ada 132 ribu wisatawan selama periode Januari-Juni 2020.

Penurunan tersebut sangat disayangkan di tengah tren peningkatan kunjungan wisatawan ke NTT. Di mana pada tahun 2019, jumlah kunjungan tercatat meningkat, yaitu sebanyak 1,4 juta orang, naik 15 persen dari tahun sebelumnya.

Beberapa waktu lalu, di tengah pandemi Covid-19, Pemprov NTT sudah menemukan tujuh destinasi wisata baru yang tersebar di beberapa kabupaten di NTT. Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke bumi Flobamora.

Hasil dari kebijakan strategis Pemprov NTT mendesain destinasi wisata tersebut menjadikan 8 destinasi wisata NTT masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2020.

Pulau Pasir Meko di Adonara, Flores Timur, dikelilingi tiga gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Api Ile Ape, Gunung Api Ile Boleng, dan Gunung Batutara. Foto/Nila Chrisna Yulika.
Pulau Pasir Meko di Adonara, Flores Timur, dikelilingi tiga gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Api Ile Ape, Gunung Api Ile Boleng, dan Gunung Batutara. Foto/Nila Chrisna Yulika.

Adapun kedelapan destinasi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Daging Se’i di Kota Kupang (kategori makanan tradisional terpopuler)
  2. Sentra Tenun Ikat Ina Ndao di Kota Kupang (kategori destinasi belanja terpopuler)
  3. Pulau Meko di Flores Timur (kategori wisata air)
  4. Dataran Tinggi Fulan Fehan di Belu
  5. Liang Bua di Manggarai (kategori situs bersejarah)
  6. Kampaung Adat Namata di Sabu Raijua (kategori wisata baru)
  7. Pulau Semau di Kabupaten Kupang (kategori wisata baru)
  8. Mulut Seribu di Rote Ndao (kategori surga tersembunyi)