Paket Nera Yakin Berlaga di Pilkada Matim

Paket Nera Yakin Berlaga di Pilkada Matim

usai menyerahkan berkas dukungan ke KPUD Matim, pasangan Bonefasius Uha – Fransiskus Anggal (Nera) yakin bisa ikut berlaga dalam pilkada Juni 2018. (Foto: Paket Nera - ist)

BORONG, dawainusa.com Usai menyerahkan berkas dukungan berupa surat pernyataan dukungan dan foto copy KTP pada Selasa (28/11), sebagai syarat bagi pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah yang maju melalui jalur independen, pasangan Bonefasius Uha dan Fransiskus Anggal yakin lolos verifikasi dan bisa ikut berlaga dalam pilkada Manggarai Timur Juni 2018 mendatang.

“Saya yakin kami lolos jadi salah satu peserta Pilkada Matim 2018 mendatang. Saya percaya KPUD Matim akan bekerja secara baik. Saya yakin karena dukungan yang kami serahkan ke KPUD sesuai ketentuan. Ada 18 ribu dukungan dalam hard copy yang kami serahkan. Kalau masih kurang besok akan kami lengkapi lagi,” ujar Bonefasius, Selasa (28/11).

Baca juga: Gelar Kampanye 16 Hari, Ini Tuntutan 13 Elemen di Manggarai

Calon bupati dari paket yang familiar dikenal dengan tagline NERA tersebut menyerahkan semua tahap verifikasi dokumen pada profesionalitas para komisioner di KPUD Matim. “Saya percaya pada KPUD Matim,” kata Bonefasius yang didampingi istrinya.

Dirinya juga mengungkapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Manggarai Timur yang telah menyerahkan dukungan kepadanya dan pasangannya Fransiskus Anggal. “Terima kasih kepada masyarakat Matim telah memberikan dukungan kepada kami,” ujar Bonefasius lagi di hadapan para wartawan.

Paket Nera Disambut KPUD Matim

Paket Nera yang diantar ribuan pendukung dan simpatisannya disambut oleh komisioner KPUD Matim, antara lain Ketua KPUD Matim, Ambrosius Arifin, Jubir KPUD Matim, Ardianus Harmin serta tiga anggota KPUD Matim, Evensius Anggal, Konstantinus Kader dan Hubertus Serfus serta Sekretaris KPUD Matim, Egidius Asa.

Di kantor KPUD daerah otonomi pecahan dari kabupaten Manggarai itu Paket Nera disambut secara adat Manggarai yaitu “tuak kapok” dan “manuk kapu”.

Baca juga: Warga Desa Golo Lajang Kembali Usut Kasus Dugaan Penyelewengan Raskin

Dalam kesempatan tersebut, juru bicara KPUD Matim, Adrianus Harmin kembali menegaskan berkaitan dengan syarat-syarat untuk calon independen dalam pemilihan kepala dan wakil kepala daerah di kabupaten ujung timur di bumi congka sae tersebut.

“Hari ini Paket Nera alias Bonefasius Uha-Frans Anggal yang maju melalui jalur perseorangan mengantar berkas syarat dukungan. Berkas dukungan minimal harus berjumlah 17.142 KTP Elektronik atau surat keterangan pengganti KTP (Suket),”papar Adrianus.

Semua berkas yang dimasukkan akan diverifikasi secara aktual dan fisik. Namun apakah bisa lanjut ke tahap verikasi kita akan lihat berkas dukungan yang masuk apakah mencapai 17.142. Tapi batas memasukkan syarat dukungan sampai tanggal 29 November 2017. Kalau jumlah yang dimasukkan sesuai, maka KPUD Matim akan lanjut ke tahap verifikasi,” tambah Ardianus.

Sejumlah Paket yang Hendak Berlaga di Pilkada Matim

Pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Manggarai Timur periode (2018-2023) Juni 2018 diperkirakan tidak kalah sengit dengan pilkada-pilkada di daerah-daerah lain di pelosok nusantara. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya paket atau figur yang hendak berlaga dalam pesta rakyat yang paling akbar di tingkat kabupaten atau kota tersebut.

Baca juga: Rute Labuan Bajo – Denpasar Tutup, Penumpang Kembalikan Tiket

Sejumlah paket yang sudah menyatakan maju dalam pilkada tersebut antara lain sebagai berikut. Paker Nera (Bonefasius Uha – Fransiskus Anggal) dari jalur perseorang, paket Aset (Andreas Agas- Stefanus Jaghur) pasangan petahana dan klaim diusung PAN dan Partai Gerindra, Frans Sarong-Yohanes Nahas (SarNas) diusung partai Golkar, dan paket Tabir (Tarsi Syukur dan Yos Biron Aur).

Selain nama-nama ini ada sejumlah figur yang mau maju tapi belum menentukan pasangannya. Figur-figur itu antara lain adalah Lucius Modo 57, Wili Nurdin Paskalis Serajudin, Syahdan Odom, Anton Dergong, Marsel Sarimin, dan Hironimus Nawang.* (RSF).