NTT Dilanda Udara Dingin, Kota Ruteng Jadi Daerah Terdingin
Kota Ruteng, Manggarai, NTT - ist

KUPANG, dawainusa.com – Sejumlah daerah di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda udara dingin.

Berdasarkan keterangan prakirawan cuaca BMKG NTT I Ketut Wisnu Wardhana pada Minggu (25/7), Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai tercatat sebagai daerah terdingin.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Sejumlah Wilayah di NTT Terapkan PPKM Level 4

“Data yang tercatat di kami, untuk daerah paling dingin adalah di Ruteng, yakni mencapai 13 derajat celsius,” ungkap I Ketut Wisnu Wardhana.

Ketut menjelaskan, suhu dingin 13 derajat celcius yang melanda Kota Ruteng tersebut terjadi pada 4 hingga 5 Juli lalu. Kondisi itu terjadi pada malam hingga dini hari.

Selain Kota Ruteng, dua daerah lainnya di NTT juga masuk dalam kategori daerah dingin, yakni Bajawa di Kabupaten Ngada mencapai 14 derajat celsius dan Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan mencapai 16 derajat celsius. “Namun secara umum, suhu udara di NTT berkisar 18-33 derajat celsius,” ujar Ketut.

Penyebab Adanya Udara Dingin yang Melanda Sejumlah Daerah di NTT

Lebih lanjut, Ketut menjelaskan bahwa adanya suhu udara dingin di sejumlah daerah di NTT ialah suatu yang sangat normal, dan sering terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, yakni Juli-Agustus.

Adapun penyebab dari hal itu, demikian Ketut, ialah pada bulan Juli, di wilayah Australia yang dekat dengan wilayah NTT berada di periode musim dingin dan posisi matahari masih berada di belahan bumi utara.

Baca juga: Setelah Ambil Paksa Jenazah Pasien, 2 Warga di NTT Positif Covid-19

Selain itu juga karena adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia, yang menyebabkan pergerakan massa udara yang bersifat dingin dan kering dari Australia menuju bagian selatan wilaya Indonesia seperti NTT. “Sehingga akan terasa lebih dingin pada waktu malam hingga pagi hari,” jelas Ketut.

Kondisi udara dingin ini, lanjut Ketut, diperkirakan akan berlangsung hingga Agustus mendatang.

NTT Juga Dilanda Kekeringan Ekstrim

Selain dilanda udara dingin, sebanyak 10 kabupaten dan satu kota di wilayah NTT juga dilanda kekeringan ekstrim.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kupang Rahmattulloh Adji di Kupang pada Jumat (23/7) lalu.

Adapun 11 wilayah yang dimaksudkan itu ialah Kabupaten Kupang, Belu, Sikka, Flores Timur, Lembata, Ngada, Sumba Timur, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Kota Kupang.

Baca juga: Daftar Taman Wisata Alam yang Masih Dibuka, Salah Satunya TWA Ruteng-NTT

“10 kabupaten dan satu kota ini, mengalami hari tanpa hujan dengan kategori ekstrem panjang atau sudah lebih dari 60 hari tidak mengalami hujan,” kata Adji.

Adji juga menjelaskan, berdasarkan monitoring awal pada 20 Juli 2021, saat ini, wilayah NTT sudah memasuki zona musim kemarau.

Oleh karena itu, setiap warga diminta untuk tingkatkan kewaspadaan terkait dengan ancaman kekeringan ekstrim.

Sebagai bagian dari kewaspadaan tersebut, pihaknya memberikan sejumlah rekomendasi di antaranya ialah lakukan pembudidayaan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air.

Selain itu, perlu juga diwaspadai terkait ancaman kebakaran hutan, lahan, dan semak. “Termasuk juga hemat penggunaan air bersih,” tutur Adji.*