Dawainusa.com — Data zonasi yang dikeluarkan Gugus Tugas Penanganan Virus Corona (Satgas Covid-19) per 2 Agustus 2020 mencatat bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi daerah dengan zona hijau Covid-19 terbanyak di Indonesia.

Ada 13 kabupaten/kota di Provinsi NTT yang berada di zona hijau, antara lain kabupaten Sumba Tengah, Ngada, Sabu Raijua, Malaka, Alor, Sikka, Manggarai, Rote Ndao, Manggarai Timur, Timor Tengah Selatan, Belu, Ende, dan Nagekeo.

Dari kabupaten/kota tersebut, Ngada adalah salah satu daerah atau zona yang tidak memiliki kasus Covid-19 sejak masuk ke Indonesia awal Maret lalu. Yang lainnya, kembali ke zona hijau setelah pasien Covid-19 perlahan sembuh.

Baca Juga: Pulang dari Bali, Dokter di NTT Positif Covid-19

Selain NTT, Provinsi Papua adalah juga daerah yang paling mencatat zona hijau terbanyak. Di provinsi paling timur Indonesia ini juga ada 13 kabupaten/kota.

Ketigabelasnya adalah Yahukimo, Mappi, Mamberamo Tengah, Dogiyai, Boven Digoel, Pania, Deiyai, Waropen, Mamberamo Raya, Nduga, Asmat, Puncak, dan Intan Jaya.

Kemudian diikuti Kalimantan Barat dengan 10 daerah zona hijau, antara lain kabupaten Sekadau, Kayong Utara, Kota Singkawang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Melawi, Sambas, Mempawah dan Sinta.

Papua Barat juga cukup mencatat zona terbanyak yaitu sebanyak 8 kabupaten/kota. Kedelapannya adalah Kaimana, Maybrat, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Tambrauw, Sorong Selatan, Manokwari Selatan, dan Teluk Bintuni.

Secara keseluruhan, berdasarkan peta sebaran Satgas Covid-19 hingga Senin (10/8), mengutip CNN Indonesia, ada 86 kabupaten/kota yang tercatat sebagai zona hijau.

Sementara itu, ada 39 kabupaten/kota zona merah, 221 kabupaten/kota zona oranye, dan sebanyak 168 kabupaten/kota zona kuning.

Baca Juga: Hasil Rapid Test Covid-19 Seorang Pria di NTT Positif Hamil

Jawa Tak Ada Zona Hijau

Mayoritas wilayah di Pulau Jawa masuk zona oranye, kemudian diikuti daerah dengan zona kuning dan terakhir zona merah Covid-19, tanpa zona aman.

Di Provinsi Banten, tercatat 5 kabupaten/kota berada di zona kuning dan 3 wilayah lain berada di zona oranye Covid-19.

DKI Jakarta mencatat 4 zona merah dan 2 zona oranye Covid-19 dan di DI Yogyakarta mencatat 5 kabupaten/kota berada di zona oranye.

Kemudian, Jawa Barat mencatat 17 kabupaten/kota masuk zona kuning, 9 daerah zona oranye, dan 1 daerah zona merah.

Jawa Timur tercatat 6 kabupaten/kota zona merah, 27 zona oranye, dan 5 zona kuning. Sementara Jawa Tengah ada 14 zona kuning, 18 zona oranye, dan 3 zona merah.

Ada tiga provinsi di Pulau Jawa yang juga mencatat sebagai penyumbang kasus positif vCovid-19 terbanyak di Indonesia, yaitu Jakarta dengan 25.727 orang, Jawa Timur 25.330 orang, dan Jawa Tengah 10.661 orang.

Laporan terakhir, Minggu (9/8), Indonesia memiliki 125.396 kasus Covid-19 dengan 80.952 orang sembuh dan 5.723 orang meninggal dunia.

Baca Juga: Pemprov NTT Belum Jabarkan Penggunaan Anggaran Covid-19 Secara Perinci

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto/Okezone.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto/Okezone.

Indikator Zonasi Covid-19

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, ada tiga indikator besar yang digunakan untuk menilai zona risiko penyebaran Covid-19 di sebuah daerah.

Ketiga indikator utama tersebut, yakni pelayanan kesehatan, indikator surveilans masyarakat, dan indikator epidemiologi.

Dalam indikator epidemiologi, diperlukan syarat penurunan jumlah kasus positif dalam satu minggu sebesar 50 persen atau lebih dari puncak kasus, kemudian ada penurunan jumlah meninggal dari kasus positif sebesar 50 persen dari puncak kasus.

Wiku pun mengingatkan perpindahan ke zona merah Covid-19 menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat agar selalu waspada akan bahaya pandemi virus corona.

“Zonasi ini sebagai tanda waspada atau alert bagi semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat selama pandemi ini terjadi,” katanya beberapa waktu lalu.*