Waspada! Ada 57 Kecamatan di NTT Alami Kekeringan Ekstrim

Sebanyak 57 kecamatan yang tersebar di 11 kabupaten dan kota di wilayah NTT alami kekeringan ekstrim

Waspada! Ada 57 Kecamatan di NTT Alami Kekeringan Ekstrim
Ilustrasi - ist

KUPANG, dawainusa.com – Sebanyak 57 kecamatan yang tersebar di 11 kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) alami kekeringan ekstrim.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Rahmatulloh Aji pada Rabu (4/8).

Baca juga: Polemik Proyek TN Komodo, KLHK Akan Ajak UNESCO Datang Lihat Lokasi

Ia mengatakan, 57 kecamatan tersebut berstatus awas kekeringan ekstrim karena mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

“Kita sudah keluarkan peringatan ancaman bencana kekeringan meteorologis di daerah itu,” ungkap Aji.

57 Kecamatan di NTT yang Alami Kekeringan Ekstrim

Lebih lanjut Aji membeberkan 57 kecamatan di wilayah Provinsi NTT yang mengalami kekeringan ekstrim tersebut.

Aji mengatakan, 57 kecamatan tersebut tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabtu Raijua, dan Kabupaten Sumba Timur.

Baca juga: Soal Proyek TN Komodo, Walhi NTT: Konservasi Seharusnya Diutamakan, Bukan Pariwisata

Dengan adanya fenomena kekeringan ekstrim tersebut, Aji menghimbau kepada seluruh warga agar waspada dan melakukan budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air.

Selain itu, lanjut Aji, warga juga diminta untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan, lahan dan semak, serta sangat perlu menghemat penggunaan air bersih.

Adapun sejumlah daerah kabupaten lain di NTT juga mengalami status siaga dan waspada kekeringan. Aji mengungkapkan, sejumlah daerah kabupaten yang dimaksudkan itu ialah Alor, Ende, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Malaka.

BMKG Juga Temukan Sejumlah Titik Panas di NTT

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mendeteksi bahwa ada 7 titik panas di wilayah Provinsi NTT pada 28 dan 29 Juli 2021.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi mengatakan, tujuh titik panas tersebut tersebar di sejumlah daerah di NTT. “Tujuh titik panas tersebar di Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur,” kata Abadi di Kupang, Kamis (29/7).

Abadi memberikan rincian bahwa sejumlah titik panas tersebut terbagi menjadi 3 titik panas di Kabupaten Kupang, 3 titik panas di Sumba Timur, dan 1 titik di Sumba Barat Daya.

Baca juga: Gubernur NTT Buka Suara Soal Permintaan UNESCO untuk Hentikan Proyek di TN Komodo

Adapun titik panas tersebut terpantau berdasarkan analisis peta sebaran titik panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20 oleh Lapan. “Tingkat kepercayaan di atas 80 persen,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Abadi menjelaskan anomali titik panas di NTT tersebut dideteksi oleh satelit dalam luasan satu kilometer persegi. Sementara itu, demikian Abadi, pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi dua hingga empat kali per hari.

Pada wilayah yang tertutup awan, lanjut Abadi, suhu panas tidak dapat terdeteksi. Selain itu, kekeringan dan embusan angin kencang juga menjadi penyebab tidak langsung dalam sebaran suatu titik panas tersebut.

Abadi juga mengatakan citra satelit hanya menilai anomali reflekstifitas dan suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas. “Penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat kami pastikan,” tutur dia.*