Norben Syukur Dilantik Menjadi DPD Vox Point Indonesia DKI Jakarta

Norben Syukur Dilantik Menjadi DPD Vox Point Indonesia DKI Jakarta

JAKARTA, dawainusa.com – Albertus Norben Syukur dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Vox Point Indonesia DKI Jakarta untuk masa jabatan 2017-2020 oleh Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati di Sanggar Prathivi Building Jl. Pasar Baru Selatan, No. 23, Jakarta Pusat, Senin (10/12).

Norben dilantik untuk menggantikan Prasetya Rayendra yang mengundurkan diri dari jabatannya pada awal November 2018 lalu. Sebelum dilantik menjadi ketua, alumnus STF Driyarkara ini menjabat sebagai Sekretaris DPD Vox Point Indonesia DKI Jakarta.

Dalam sambutan pelantikannya, Norben mengucapkan terima kasih kepada DPN Vox Point Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepadanya itu. Ia sendiri berkomitmen untuk membawa Vox Point Indonesia DKI Jakarta ini menjadi lebih baik, yakni berguna bagi masyarakat, Gereja, dan bangsa.

Baca juga: Komitmen Jokowi Soal Penegakan HAM dan Masa Depan Bangsa

“Kami para pengurus siap dan berkomitmen untuk bekerja lebih nyata. Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan para pengurus DPN dan para senior di Dewan Penasehat dan Dewan Pakar,” kata Norben.

Selain mengatakan demikian, Norben juga mengajak kepada semua jajaran yang akan mendampinginya agar dapat berkerja sama dalam mewujudkan harapan-harapan tersebut.

“Mari kita bersama-sama menjalankan tugas dan fungsi kita dengan baik. Manfaatkan Vox Point Indonesia untuk saling belajar dan berbagi. Mari kita melayani dengan baik bagi Gereja, masyarakat dan Bangsa Indonesia,” ujar dia.

Adapun acara pelantikan ini berlangsung dalam Misa Kudus yang dipimpin oleh Pastor Moderator DPD Vox Point Indonesia DKI Jakarta P. Peter C. Aman, OFM dan dihadiri oleh para Dewan Penasehat dan Dewan Pakar DPD Vox Point Indonesia DKI Jakarta Thobias Jaji, Marsel Rengka dan Kenny Rengka.

Serah Terima Jabatan

Serah Terima Jabatan – ist

Sekilas Tentang Vox Point Indonesia

Vox Point Indonesia (VPI) merupakan sebuah wadah bagi awam Katolik yang terpanggil dan memiliki komitmen untuk terlibat secara aktif di dalam berbagai kegiatan sosial politik di tanah air. VPI ini didirikan pada 12 Maret 2016 bertempat di Grand Central Restaurant, Jalan Bulungan Raya 22, Jakarta Selatan.

Ketua Umum VPI, Handyo Budhisedjati saat itu menyampaikan, VPI ini diharapkan dapat menjadi sebuah ruang aspirasi bagi seluruh awam Katolik agar dapat memberikan kontribusi yang lebih bagi kehidupan bersama dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa perlu keterlibatan aktif umat Katolik dalam kehidupan sosial politik di tingkat nasional yang selama ini kami akui masih sangat kurang,” ujar Handoyo.

Selain itu, lanjut Handoyo, sebagai sebuah wadah yang berpijak pada spirit kekatolikan, VPI juga memiliki tugas untuk membangun kesadaran di internal Gereja Katolik di Indonesia, terutama untuk kaum awam, agar berani untuk terlibat dalam dunia politik.

Baca juga: ‘Dapur, Sumur dan Kasur’ dalam Bingkai Hak Asasi Manusia

“Jadi ke luar kita ingin memberi kontribusi dengan menghimpun kekuatan yang sudah ada supaya berkarya lebih hebat lagi. Dan ke dalam kita perlu membangun umat yang lain terutama kaum muda agar memiliki kepedulian pada urusan sosial politik kemasyarakatan,” terang dia.

Hal penting lain yang menjadi spririt dari Vox Point Indonesia (VPI) ini, demikian Handoyo, ialah agar wadah ini sungguh-sungguh dapat menghasilkan suara (Vox) yang dapat menggerakan dan melahirkan suatu perubahan di tengah kehidupan bermasyarakat.

VPI ini memiliki beberapa organ penting seperti Dewan Penasihat dan Dewan Pakar. Kedua organ ini dihuni oleh beberapa tokoh. Untuk Dewan Penasihat, di dalamnya ada Letjen TNI Purn Cornelius Simbolon, Letjend TNI Purn Tono Suratman, Veronica Wiwiek Sulistio, Antonius J. Supit, FX Budhi Hendarto, Titus Sarijanto.

Sementara untuk Dewan Pakar terdiri dari Adrianus Meliala, Natalius Pigai, Adrianto Gani dan Andreas Susetyo. Beberapa politisi juga telah menjadi bagian dari kepengurusan VPI ini seperti anggota DPR RI Rufinus Hutahuruk, Johny Plate, Inggar Joshua, dan beberapa nama lainnya.*

COMMENTS