Miliki Konsep Ibu Bangsa, Kowani Tolak Istilah The Power of Emak-Emak

Miliki Konsep Ibu Bangsa, Kowani Tolak Istilah The Power of Emak-Emak

JAKARTA, dawainusa.com Giwo Rubianto, Ketua Umum Kowani (Kongres Wanita Indonesia), menyampaikan penolakan yang tegas terhadap istilah The Power of Emak-emak yang sering dibicarakan akhir-akhir ini. Giwo malah mengusulkan istilah The Power of Ibu Bangsa.

Sebelumnya, kabar yang beredar mengatakan bahwa kritik terhadap istilah Emak-emak berasal dari Presiden Joko Widodo. Namun, salah persepsi tersebut dibela oleh calon wakil presiden Prabowo, Sandiaga Uno.

Baca juga: Pemerkosaan di Bali, Tergoda Turis yang Tidur Tanpa Busana

Menurutnya, bukan Jokowi yang menyampaikan kritik tersebut. Membela Jokowi, Sandi mengatakan, apa yang ia baca dari transkrip pidato Presiden tidak seperti yang dibicarakan orang.

“Saya baru baca transkripnya Pak Presiden, jadi Pak Presiden nggak menyatakan seperti itu,” kata Sandi di gedung aula Ditjen Pemdes, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9).

Baginya salah tafsir seperti ini juga pernah ia alami dengan Ridwan Kamil. Tidak hanya membela, Sandi bahkan menegaskan kembali pernyataan Presiden dengan menafsirkan maksudnya. Menurutnya, Presiden Jokowi tidak bermasalah dengan istilah “Ibu Bangsa” atau “Emak-emak”.

Yang dimaksud Presiden adalah kaum perempuan kita hebat dan mandiri. Perempuan akan menjadi penentu kesuksesan bangsa ini. Ia menolak politisasi emak-emak dan mendorong agar suara mereka harus didengarkan.

Dalam beberapa pertemuan dengan Ibu-ibu, Sandi mengakui, ia sudah menangkap aspirasi mereka. Baginya, kelompok masyarakat ini tidak terkanalisasi. Oleh karena itu, ibu-ibu perlu dikelompokkan untuk ditangkap aspirasinya.

Dalam sambutan General Assembly International Council of Women ke-35 di Yogyakarta, Jumat (14/9), Giwo mengatakan,  mereka menolak penggunaan istilah The Power of Emak-Emak di hadapan Presiden Jokowi.

“Kami tidak mau kalau kita, perempuan Indonesia, yang mempunyai konsep Ibu Bangsa sejak tahun 1935, sebelum kemerdekaan, dibilang emak-emak,” ujar Giwo. Ibu Bangsa adalah peran yang luhur, sekaligus kehormatan, karena ia memiliki tugas mempersiapkan generasi unggul.

Generasi unggul yang dimaksudkan Giwo adalah generasi yang berdaya saing, inovatif, kreatif, dan memiliki wawasan kebhinnekaan yang kuat. Oleh karena itu, posisi dan peran Ibu-ibu tidak boleh dianggap remeh.

Emak-Emak: Dari Penamaan Hingga Pembentukan Satgas

Sebutan emak-emak kepada para ibu mulanya dimunculkan oleh Sandiaga Uno. Sewaktu masih menjabat sebagai wakil gubernur DKI, Sandi melalui pernyataannya beberapa kali menyebut istilah tersebut.

Melansir Detik, Sandi pernah menggunakan istilah ini saat berbicara mengenai rotasi jabatan di Pemprov DKI. Dalam rotasi tersebut, Sandi mengharapkan keterwakilan dari perempuan harus terus berlangsung.

Baca juga: Silang Pendapat Seputar Polemik Sel Mewah Novanto

Namun, keterlibatan perempuan tidak didasarkan pada tuntutan keterwakilan saja, melainkan karena perempuan adalah sosok yang hebat dan mandiri.

“The power of emak-emak, the power of ibu-ibu harus hadir di wilayah DKI Jakarta ini,” jelas Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (23/4).

Selain itu, Sandi juga pernah menyebut istilah tersebut dan menyebut partai emak-emak di gedung KPU. Meminjam suara emak-emak dan milenial, Sandi mengklaim bahwa situasi ekonomi sekarang ini sedang susah.

“Kita nggak banyak, data emak-emak yang kita pakai, data milenial yang kita pakai bahwa memang lapangan kerja susah didapat, dan harga tinggi itu jadi catatan kita ” ucap Sandi di Jl Purnawarman, Jakarta Selatan, Selasa (14/8).

Setelah viral dan dipakai sebagai penamaan dalam pernyataan politik, Sandi akan membentuk tim pemenangan yang disebut dengan satgas emak-emak. Satgas tersebut akan menampung para ibu mengikuti kebutuhan struktur tim sukses.

Mengenai Satgas ini, Djoko Santoso, anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, sudah mengkonfirmasi pada bulan Agustus yang lalu. Menurutnya, satgas ini dibentuk untuk menampung aspirasi perempuan yang memiliki peranan penting bagi negara.

Dari arena HUT ke-20 PAN di kantor DPP PAN, Kamis (23/8) lalu, Djoko mengatakan bahwa koordinator satgas tersebut akan dipegang oleh generasi muda. Namun belum ada alasan yang jelas, kenapa istilah ‘Emak-emak yang lebih dipilih oleh tim untuk menamai satgas tersebut.

Namun, terlepas dari penamaannya, setidaknya niat Sandiaga Uno untuk menampung aspirasi para Ibu Indonesia patut diacungi jempol. Ibu, sebagaimana yang digarisbawahi Kowani, adalah agen yang penting di negara ini.*