Kata Susi Soal Larangan Luhut Tenggelamkan Kapal Asing

Kata Susi Soal Larangan Luhut Tenggelamkan Kapal Asing

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjastuti menjelaskan, tindakan penenggelaman kapal asing ilegal dan pencuri ikan seperti yang dilakukannya selama ini memiliki dasar legitimasi. (Foto: Susi Pudjiastuti dan Luhut Binsar Pandjaitan - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menjelaskan, tindakan penenggelaman kapal asing ilegal dan pencuri ikan seperti yang dilakukannya selama ini memiliki dasar legitimasi. Ia mengatakan, hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Perikanan.

“Mohon disosialisasikan, mungkin, masih banyak yang belum tahu peneggelaman kapal pencuri dan pelarangan ABK asing itu ada diatur dalam UU perikanan,” kata Susi melalui cuitan di akun twitter milik pribadinya, Selasa (09/01).

Menurut Susi, selama ini, penenggelaman kapal itu selalu dilakukan melalui prosedur hukum yang ada. Hal itu, katanya, dilakukan setelah mendapat putusan hukum dari pengadilan negeri. Karena itu, Ia menyangkal berbagai pandangan bahwa tindakannya itu merupakan kehendak pribadinya.

Baca juga: Laporan Belum Tuntas, Dana Desa Tahap II Tidak Disalurkan ke Merauke dan Ambon

Sontak, cuitan Menteri Susi itu kemudian mendapat apresiasi dan dukungan dari para warganet atau netizen. Atas dukungan dan apresiasi itu, Susi kemudian mere-tweet postingannya tersebut.

Keputusan kontroversial Menteri Susi terkait penenggelaman berbagai kapal ilegal yang mencuri ikan di perairan Nusantara memang memiliki dasar legal yang jelas. Hal itu telah diatur dalam UU Perikanan No 45 Tahun 2009 pasal 69 ayat 1.

Dalam pasal tersebut, dikatakan, kapal pengawas perikanan berfungsi melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang perikanan dalam wilayah pengelolahan perikanan negara Republik Indonesia.

Selain itu, dalam pasal 69 ayal 4 dikatakan, dalam melaksanakan fungsi sebagaimana ayat (1), penyidik dan atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan atau penenggelaman kapal perikanan berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

2018 Tidak Ada Penenggelaman Kapal

Pernyataan Menteri Susi di atas merupakan tanggapan atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebutkan, tidak akan ada lagi peristiwa peneggelaman kapal. Ia mengatakan, untuk kedepannya, pemerintah hanya akan fokus pada peningkatan produksi guna memperkuat kegiatan ekspor.

“Perikanan sudah diberitahu tidak ada penenggelaman kapal lagi. Ini perintah, cukuplah itu, sekarang kita fokus bagaimana meningkatkan produksi supaya ekspor kita meningkat,” kata Luhut. setelah rapat koordinasi dengan empat menteri di bawah koordinasi Kemenko Kemaritiman di kantornya, Senin (08/01).

Baca juga: Perdagangan Ikan Hias: Susi Kesal Pamor Singapura Lebih Memuncak

Luhut menjelaskan, peningkatan produksi itu itu dapat dilakukan dengan cara peningkatan penangkaran dan budi daya perikanan. “Misalnya ikan Napoleon yang ditangkar itu di Natuna ada 35 ribu, bisa juga diekspor,” tuturnya.

Terkait kapal-kapal ilegal, kata Luhut, semuanya itu akan disita.”Nanti kita ingin jangan lagi di-stranded-kan (ditinggalkan) kapal. Tadi Pak Menteri Perhubungan juga menyampaikan tidak ingin ada kapal-kapal yang berhenti begitu saja. Cukup tiga tahun ini.” jelas Luhut.

“Sekarang kita ingin lihat ke depan, orang sudah tahu negeri kita tegas. Kalau memang ada nanti, ya bukan tidak mungkin ditenggelamkan. Suatu ketika bisa saja, kalau ada pelanggaran-pelanggaran khusus, tapi tidak khusus ditenggelamkan,” lanjutnya.

Penenggelaman Kapal Berdampak Efektif

Aksi penenggelaman kapal asing dan ilegal yang melakukan pencurian ikan di perairan nusantara memang telah menjadi salah satu kebijakan Menteri Susi. Kebijakan ini sangat fenomenal dan tidak jarang kontroversial.

Hingga tahun 2017, Menteri Susi telah berhasil menenggelamkan 317 kapal ikan asing yang terus menancapkan aksi ilegalnya di perairan Indonesia. Susi menjelaskan, tindakan ini dilakukannya sebagai bentuk kerja kerasnya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penguasaan negara lain.

Baca juga: Pilkada Serentak 2018, Partisipasi Politik Perempuan Berkurang

Meski dinilai kontroversial, aksi Menteri Susi ini nyatanya memiliki efek positif bagi bangsa Indonesia. Banyak nelayan di Indonesia mengaku, kebijakan fenomenal Menteri Susi ini mendatangkan berkah bagi mereka. Salah satu di antaranya ialah Wahab, seorang nelayan dari rukun Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Kabupaten Natanuna.

Wahab mengaku, apa yang telah dilakukan oleh Menteri Susi sudah sangat baik. Sebab, ketika masih banyak kapal berkeliaran di perairan Indonesia dan menangkap ikan secara ilegal, penghasilan mereka sebagai nelayan menjadi sangat rendah.

Setelah berbagai kapal itu ditenggelamkan, keadaan berubah dan mereka bisa menangkap ikan dengan jumlah lebih banyak dari sebelumnya. “Kapal asing sudah tidak ada lagi sekarang.” tutur Wahab.* (YAH).