Menpar Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

Menpar Dorong Mahasiswa Aktif Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

JAKARTA, dawainusa.com Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan dengan ikut serta dalam program-program yang sudah direncanakan oleh Kementerian Pariwisata.

Program tersebut yakni Wonderful Start Up Academy, Pengembangan Digital Destination bersama GenPI, dan mengembangkan bisnis Nomadic Tourism.

Menurut Arief, Kementerian Pariwisata mempunyai perhatian besar untuk pengembangan bakat yang dimiliki oleh anak muda.

Baca juga: Yang Dilakukan Pemerintah Soal Penerimaan CPNS Tahun Ini

Hal ini dicanangkan lewat program Wonderful Startup Academy dan merupakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bidang pariwisata. Program ini, jelas Arief, akan merangkul UKM lokal serta diberikan bantuan modal.

“Intinya begini, kita punya banyak koperasi dan UKM total lebih dari 50 juta. Untuk mengelola yang banyak ini tidak mungkin dengan cara biasa. Poin utamanya koperasi ini ingin kita kelola secara korporasi seperti perusahaan besar,” jelas Arief di Jakarta, Kamis (6/9).

Meski Arief sendiri tidak menampik soal peran kecil UKM dalam mendatangkan wisatawan mancanegara ke dalam negeri. Namun, UKM juga memiliki peran besar dalam mengembangkan sektor bisnis pariwisata di Indonesia.

Kemenpar Kembangkan 100 Destinasi Digital di 34 Provinsi

Arief pada kegiatan tersebut memberikan pemaparan tentang konsep pengembangan pariwisata dengan judul Sustainable Tourism: Peran Pariwisata dalam Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia. Ia juga menyentil soal peran Sustainable Tourism, dan Young Entrepreneurship in Tourism.

Selain itu, ia mengatakan, perkembangan pariwisata di Indonesia  cendrung berubah dan sifatnya nomaden. Kementrian Pariwisata pun menjawab tantangan tersebut dengan mengembangkan destinasi digital di seluruh provinsi. Untuk hal tersebut, generasi muda kita perlu didorong untuk terlibat.

Baca juga: Istri Mantan Ketua DPRD Malang Sebut Suaminya Suka Bagi-Bagi Uang

“Generasi milenial atau lebih populer ‘kids zaman now’ sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah Instagrammable. Saya ingin tahun 2018 ini ada 100 destinasi digital di 34 provinsi di Tanah Air,” jelas Arief.

Adapun terkait pariwisata nomaden, kementrian pariwisata memilih fokus membahas terkait nomadic aksesibilitas dan nomadic amenitas berikut atraksinya. Hal ini erat kaitannya dengan pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan bisnisnya.

“Pariwisata nomaden untuk sementara akan difokuskan pada 10 destinasi prioritas atau ‘Bali baru’ dengan memanfaatkan empat destinasi sebagai pilot project yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur,” pungkasnya.*