Menkominfo Sebut Perempuan Mempunyai Peran Kembangkan Sektor Digital
Foto Instagram/@johnnyplate

Dawainusa.com – Peran perempuan dalam mengembangkan sektor digital mendapat perhatian khusus dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Hal itu diungkapkan Menkominfo, Johnny G. Plate mengingat dalam mendukung partisipasi perempuan di dunia digital.

“Selama pandemi Covid-19, beragam giat ekonomi dan wirausaha perempuan tercatat semakin memanfaatkan teknologi digital,” katanya dalam rilis yang dikutip, Rabu (21/4/2021).

Baca jugaSoal Kerumunan Petamburan, Mantan Kapolres Jakpus Sebut Pihak Rizieq Tutup Jalan

Menkominfo Bicara soal Pren Perempuan

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, partisipasi perempuan dalam sektor digital tidak dapat diragukan lagi.

Oleh karena itu, Pemerintah berupaya mempercepat kesetaraan dan keadilan gender dapat terwujud di sektor strategis, salah satunya sektor digital.

Mengutip hasil riset yang dilakukan oleh United Nations (UN) Women pada Juli 2020, ia menyatakan perempuan lebih banyak menggunakan internet untuk keperluan bisnis dibandingkan laki-laki.

“Di tataran usaha mikro, 54 persen perempuan telah mengadopsi penggunaan internet dalam memasarkan dan menjual produknya, dibandingkan dengan usaha mikro milik sahabat karibnya laki-laki yang hanya 39 persen memanfaatkan internet,” paparnya.

Bahkan dalam level usaha kecil, ia menyatakan proporsi pemanfaatan internet untuk pengembangan bisnis oleh perempuan tercatat sebesar 68 persen.

“Angka itu atau 12 persen lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pemanfaatan internet untuk usaha kecil yang dikelola oleh sahabat karibnya laki-laki yang hanya sebesar 52 persen,” tegasnya.

Johnny Plate
Foto Instagram/@johnnyplate

Baca jugaSoal Kerumunan Petamburan, Mantan Kapolres Jakpus Sebut Pihak Rizieq Tutup Jalan

Di Indonesia, ia menyatakan saat ini, kontribusi UMKM/UMi telah menyumbang 60,4 persen dari total PDB Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat pada tahun 2021 aktivitas dan transaksi ekonomi digital diproyeksikan akan berkontribusi sebesar Rp337 triliun terhadap perekonomian nasional, meningkat 33,2 persen dari tahun 2020.

“Hal ini menunjukkan pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM/UMi Indonesia perlu didorong secara lebih intensif,” katanya.

Lebih lanjut, Johnny juga mengutarakan bagamana pemanfaatn teknologi digital yang produktif bagi para pelaku usaha perempuan untuk memudahkan transaksi.

“Melalui pemanfaatan teknologi digital yang produktif, sehat, dan aman, para pelaku usaha termasuk pelaku usaha perempuan dapat memudahkan transaksi, memperbesar akses ke pelanggan dan pasar baik dalam maupun luar negeri, serta meningkatkan penjualan dan pendapatan,” pungkasnya.*