Mengintip Kisah Cinta 7 Presiden RI dan Pasangannya

Mengintip Kisah Cinta 7 Presiden RI dan Pasangannya

Di balik sepak terjang mereka menjadi pemimpin negara, kita tahu ada sosok yang mendampingi sebelum menjadi orang-rang hebat yang menduduki kursi Presiden. (Foto: Soekarno & Sukmawati - ist)

RELASI, dawainusa.com Tidak peduli siapapun orangnya, masyarakat umum, politikus, selebritis sampai dengan kepala negara pun pernah merasakan jatuh cinta. Seperti halnya kisah cinta 7 Presiden ini yang menarik banyak perhatian.

Di balik sepak terjang mereka menjadi pemimpin negara, kita tahu ada sosok yang mendampingi sebelum menjadi orang-orang hebat yang menduduki kursi Presiden.

Baca juga: Fakta di Balik Foto-Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

1. Cinta Soekarno dan Fatmawati 

Soekarno bertemu Fatmawati saat dibuang ke Bengkulu di tahun 1938. Kala itu, ia memiliki Inggit Garnasih sebagai istri dan dua orang anak angkat. Ketika bertemu dengan ayah Fatma yang merupakan salah satu tokoh di Bengkulu.

 Cinta Soekarno dan Fatmawati 

Cinta Soekarno dan Fatmawati (Foto: detik.com)

Fatma diajaknya serta, dan Soekarno langsung jatuh hati. Tekadnya sudah bulat untuk memiliki anak dari Fatmawati. Setelah bercerai dengan Inggit pascarumah tangga yang kian tidak kondusif, ia pun meminang Fatmawati.

2. Soeharto dan tien yang Dijodohkan Pamannya

Soeharto dan Siti Hartinah yang kemudian disebut Tien, pernah satu sekolah di Wonogiri. Tien merupakan adik kelas Soeharto sekaligus teman Sulardi, adik sepupu Soeharto.

Soeharto dan tien yang Dijodohkan Pamannya

Soeharto dan tien yang Dijodohkan Pamannya (Foto: Kompas.com)

Saat itu, Tien pernah berkelakar pada Sulardi, kalau ia akan menjadi adik iparnya. Terpisah pasca lulus sekolah, mereka berdua sempat bertemu lagi kala Soeharto jadi tentara dan Tien aktif dalam Laswi (Laskar Wanita Indonesia) serta PMI.

Saat Soeharto sudah cukup matang, pamannya menyarankannya untuk segera menikah dan menawarkan perjodohan. Bingung siapa yang akan dijodohkan, sang paman menyebut nama Tien.

Keraguan akan status Tien yang keturunan raja pun berhasil ditepis paman Soeharto. Bak gayung bersambut, Tien menerima pinangan Soeharto setelah menolak banyak pria.

3. Habibie dan Ainun pernah saling ejek kemudian menikah juga 

Sejak usia 12 tahun, Habibie gemar mendatangi rumah Ainun hanya untuk diskusi dengan ayah Ainun. Tak pernah menyimpan rasa, kedatangan Habibie pun kerap dimanfaatkan teman-temannya untuk mendekati Ainun.

Habibie dan Ainun pernah saling ejek kemudian menikah juga 

Habibie dan Ainun pernah saling ejek kemudian menikah juga (Foto: Tribunnews)

Namun di bangku SMA, keduanya kerap dijodoh-jodohkan dengan gurunya karena sama-sama paling muda dan cerdas. Merasa malu dan tidak tertarik, ia malah mengejek Ainun dengan sebutan “gendut” atau “jelek”.

Sepulang pendidikan dari Jerman, ibu Habibie berinisiatif menjodohkannya dengan Ainun. Semula karena ia tidak mau melihat Habibie terjebak pergaulan yang salah. Akhirnya Habibie dan Ainun menikah juga.

4. Jatuh cinta sejak Sinta berusia 13 tahun, Gus Dur selalu ditolak

Gus Dur dan Sinta bertemu di sebuah pesantren di Jombang. Saat itu, Sinta berusia 13 tahun dan Gus Dur yang adalah gurunya berusia 21 tahun. Meski masih muda, Gus Dur memberanikan melamar Sinta karena harus melanjutkan studi ke Mesir.

Jatuh cinta sejak Sinta berusia 13 tahun, Gus Dur selalu ditolak

Jatuh cinta sejak Sinta berusia 13 tahun, Gus Dur selalu ditolak (Foto: detik.com)

Usaha Gus Dur sudah sangat gigih, namun selalu ditolak oleh Sinta. tetapi lama kelamaan setelah ditinggal pergi oleh Gus Dur, Sinta memiliki perasaan yang sama kepada Gus Dur.

Tak lama kemudian orang tua Gus Dur langsung melamar Sinta. 11 Juli 1968, pernikahan keduanya digelar dengan Kyai Bisri Syansuri sebagai wakil dikarenakan Gus Dur masih ada di Irak.p menolak.

5. Pertemuan Megawati dan Taufiq Kiemas bermula dari sang kakak

Saat pertama bertemu Taufiq, Megawati telah memiliki dua anak dari pernikahannya dengan seorang pilot. Namun karena sebuah kecelakaan udara dan suami pertama Megawati dinyatakan hilang maka dia harus mengurus anaknya sendiri.

Pertemuan Megawati dan Taufiq Kiemas bermula dari sang kakak

Pertemuan Megawati dan Taufiq Kiemas bermula dari sang kakak (Foto: Merdeka.com)

Juli 1971, Taufiq dan Guntur ziarah ke makam Bung Karno. Seusainya, mereka pergi ke rumah Megawati, dan Guntur mengenalkan Taufiq.

6. Intens surat-menyurat, SBY dan Ani menjalin kasih

Kala masih muda dan berada di tingkat empat Akabri, SBY harus melapor pada Sarwo Edhie Wibowo yang menjabat sebagai gubernur untuk memberi sambutan. Di situ, SBY bertemu Ani. Mendadak, mereka saling beradu pandang.

Intens surat-menyurat, SBY dan Ani menjalin kasih

Intens surat-menyurat, SBY dan Ani menjalin kasih (Foto: Kompas.com)

Dari situlah mereka mulai jatuh cinta. Semenjak itu, kesempatan pesiar selalu dimanfaatkan SBY untuk bertemu Ani. Intens berkomunikasi, 30 Juli 1976 mereka berdua menghelat pernikahan.

7. Iriana adalah cinta pertama dan terakhirnya Jokowi

Kisah cinta Jokowi dan Iriana dimulai saat Jokowi masih duduk di bangku kuliah semester 3 di Universitas Gadjah Mada. Sementara itu Iriana beru kelas 3 SMA di Solo. Iriana adalah teman dekat adik Jokowi.

Iriana adalah cinta pertama dan terakhirnya Jokowi

Iriana adalah cinta pertama dan terakhirnya Jokowi (Foto: Tribunnews)

Jokowi jatuh cinta dengan kecantikan dan kesederhanaan Iriana. Setelah 4 tahun berpacaran, mereka memutuskan untuk menikah pada 24 Desember 1986.*