Mengintip Ide-ide Unik Presiden Terpilih Meksiko Lopez Obrador

Mengintip Ide-ide Unik Presiden Terpilih Meksiko Lopez Obrador

MEKSIKO, dawainusa.com Pada Juli lalu, Presiden terpilih Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador  berhasil memenangkan pemilu Meksiko dan menumbangkan dua pesaing beratnya Jose Antonio Meade dan Ricardo Anaya.

Ada beberapa janji penting yang selalu diucapkannya saat masa kampanye, seperti memberantas korupsi dan jaringan narkoba.

Baca juga: Kado Sang Ayah untuk Bayinya Sebelum Meninggal Karena Kanker

Selain itu, Lopez Obrador juga memunculkan sejumlah ide-ide unik yang juga menjadi rencananya. Meskipun beberapa rencananya tak masuk akal, namun tetap akan dia lakukan.

Rencan Unik Lopez Obrador

Berikut rencana unik Lopez Obrador:

Ingin jual pesawat kepresidenan

Pesawat kepresidenan disiapkan untuk kunjungan kenegaraan. Belum lagi pelayanan khusus dan lebih bersifat privasi bagi seorang pemimpin negara.

Tapi Lopez Obrador bertekad untuk menjual pesawat ini. Alasannya, karena dia malu pakai pesawat di negara yang miskin.

“Saya sangat malu memakai pesawat mewah di sebuah negara dengan kemiskinan yang tinggi,” imbuhnya. Perlu diketahui, pesawat kepresidenan Meksiko Boeing 787 Dreamliner ini seharga USD 218,7 juta.

Mungkin penyebabnya tak hanya itu saja. Lopez Obrador punya pengalaman buruk dengan pesawat kepresidenan maskapai Viva Aerobus.

Saat itu cuaca buruk dan maskapai tak bisa lepas landas. Sejak saat itu, dia tak mau menumpang pesawat kepresidenan.

“Saya tidak akan mengubah pikiran saya karena peristiwa ini. Saya tidak akan pernah menumpang pesawat kepresidenan,” katanya.

Hanya ambil separuh gajinya

Lopez Obrador hanya akan mengambil kurang dari 40 persen gaji bulanannya saat menjabat pada Desember nanti. Langkah ini sebagai bentuk penghematan anggaran negara.

“Apa yang kami inginkan adalah anggaran yang bisa menjangkau semua orang,” ujar Lopez.

Lopez hanya akan membawa pulang gajinya 108.000 peso per bulan, setara Rp 84 juta, dan tidak ada pejabat yang bakal mendapatkan gaji melebihi presiden.

Jumlah tersebut kurang dari 40 persen dari gaji Presiden Meksiko saat ini, Enrique Pena Nieto, sebesar 270.000 peso sebulan, setara Rp 206 juta.

Istana presiden jadi rumah budaya

Keunikan kebijakan lain Lopez Obrador adalah rencananya untuk menjadikan istana presiden sebagai pusat budaya. Di Indonesia, Istana negara di Jakarta dan Bogor pernah dibuka untuk umum, untuk tujuan pariwisata dan budaya.

Tapi Lopez berbeda. Dia lebih memilih untuk tinggal di rumah sederhana. Itulah salah satu alasan, mengapa dia menjadikan istana presiden untuk pusat budaya.

Ganti Paspampres dengan warga sipil

Lopez Obrador juga berniat mengganti paspampres dari kalangan militer menjadi 20 orang pria dan perempuan sipil. Mereka dipilih dari berbagai kalangan, seperti pengacara, dokter dan sebagainya.

Meskipun begitu, Lopez tak akan menghilangkan peran militer atau polisi yang memang seharusnya menjaga presiden.

Nantinya, mereka akan diberikan pelatihan. Tapi mereka tak mendapat senjata. “Mereka akan melindungi saya. Semua perempuan dan pria dari negara Meksiko bakal melindungi saya,” tutur Obrador.*