Mengharukan, Sepucuk Surat Anak Penderita Leukimia Untuk Ayahnya

Mengharukan, Sepucuk Surat Anak Penderita Leukimia Untuk Ayahnya

Seorang anak penderita Leukimia, Zhang Jiaye, menulis sepucuk surat untuk ayahnya. Dalam surat itu, sang anak meminta agar ayahnya menghentikan pengobatan dirinya. (Foto: Zhang Jiaye dipeluk ayahnya - Kompas.com).

BEIJING, dawainusa.com Zhang Jiaye menulis sepucuk surat untuk ayahnya. Sepucuk surat tersebut berisi permintaan gadis tersebut agar ayahnya menghentikan pengobatan dirinya yang sedang menderita penyakit leukimia.

“Ini semua karena aku. Jika saya meninggal, ibu pasti kembali dan ayah pasti akan kembali bahagia. Saya tak ingin diobati lagi. Bisakah kita pulang?” ujar Zhang dalam surat itu.

Permintaan gadis tersebut karena melihat pengorbanan ayahnya. Baginya, penderitaan yang ia alami membuat sang ayah kehabisan uang dan harus rela ditinggal pergi oleh istrinya.

Baca juga: Bayar Uang Sekolah Anak Lamongan, Kado Akhir Tahun Ahok

Ia tidak rela ayahnya terus menderita karena dirinya. Dia sudah merasakan cinta yang luar biasa dari sang ayah dan dia ingin pergi untuk selamanya. Ia mau membiarkan sang ayah menikmati kebahagiaan di sisa-sisa hidupnya.

“Ayah, aku melihatmu menangis hari ini. Aku amat sedih. Aku tahu kau telah menghabiskan uang amat banyak untuk pengobatanku dan kau sudah kehabisan uang. Kini ibu juga pergi,” ungkapnya  dalam surat tersebut.

Zhang, demikian gadis itu disapa, didiagnosa menderita leukimia pada tahun 2016 lalu. Sejak didiagnosa penyakit tersebt, ia terus terbaring di rumah sakit setempat. Kesendirian di rumah sakit dilaluinya dari waktu ke waktu hingga saat ini. Hanya sang ayah yang bertahan menemani sementara sang ibunda telah pergi. Entah kemana dan dimana.

Biaya pengobatan di rumah sakit yang tidak sedikit selama perawatan dirinya membuat keluarganya terlilit utang. Sekitar 590.000 yuan atau lebih dari Rp 1 miliar biaya yang sudah dikeluarkan.

Sang Ayah: Terasa Langit Runtuh

Membaca surat sang buah hati membuat sang ayah semakin sedih. Baginya, ungkapan hati sang anak bagai langit runtuh menimpa atasnya. Ia tak mau lari dari tanggung jawabnya sebagai ayah.

“Saat itu saya merasa langit runtuh menimpa saya,” kata Zhang Mingliang, ayah anak perempuan tersebut.

Baca juga: Bikin Mobil Orang Lecet, Bocah 6 Tahun Ini Tulis Surat Minta Maaf

Ia memang sudah kehilangan banyak akibat sakit yang diderita anaknya. Namun, baginya, seorang ayah harus bertanggung jawab demi anaknya.

“Saya tau banyak yang saya korbankan. Uang dan lain-lain. Belum lagi istri yang pergi begitu saja tanpa ada kabar hingga sekarang,” ceritanya.

Namun, hal itu tidak menyurutkan perjuangannya untuk mengobati sang buah hati. Anak gadis perempuan itu bagaikan mahkota yang harus ia perjuangkan dan pertahankan sekalipun dirinya menderita terlilit utang.

Surat Anak Penderita Leukimia Buat Warga Iba

Cerita sepucuk surat dari bocah kecil itu mendapat perhatian dari warga China. Sejumlah warga di antaranya ramai-ramai mengumpulkan uang untuk membiayai pengobatan gadis kecil tersebut. Sejauh ini uang yang mencapai 600.000 yuan atau sekitar Rp 1,2 miliar untuk biaya pengobatan anak itu.

Seeorang warganet mengaku terharu mendegar kisa pilu yang dialami anak tersebut. Ia pun meminta nomor rekening ayah anak itu. Menurutnya, dengan turut bersolider, ia turut memberi harapan.

“Saya menangis membaca kisah ini. Kabarkan kepada publik nomor rekening sang ayah. Dengan menyumbang, kita memberi mereka harapan,” ujar seorang warganet.

Baca juga: Sepucuk Surat Adrian, Mahasiswa Asal Soe yang Tewas Gantung Diri

Sementara itu, seorang warga lain menuturkan peristiwa itu menuntut sistem kesehatan di negeri tirai bambu itu harus diperbaiki. Warga miskin yang tak mampu harus mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya.

“Sangat menyakitkan bagi orangtua melihat anak mereka menderita. Penderitaan mereka semakin bertambah setelah mereka tak memiliki harapan karena kemiskinan,” ujar seorang netizen.

Untuk diketahui, tersiarnya surat gadis tersebut di media sosial tidak diketahui secara pasti. Tetapi yang jelas, donasi untuk pengobatan gadis berusia 7 tahun sudah mengalir sejak bulan September 2017 lalu.*