Mengenal Kode-Kode Rahasia yang Dipakai Pejabat untuk Korupsi

Mengenal Kode-Kode Rahasia yang Dipakai Pejabat untuk Korupsi

JAKARTA, dawainusa.com – Praktik korupsi tidak pernah berhenti terjadi di berbagai ruang lingkup kekuasaan di NKRI ini. Hampir setiap minggu, pelaku korupsi terus ditangkap oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti baru-baru ini misalnya, KPK berhasil menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka korupsi, yang diduga terlibat dalam suap terkait izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Baca juga: KPK Minta Amien Rais Beri Bukti Soal Kasus Korupsi yang Mandek

Dalam pemeriksaannya, KPK juga telah berhasil menemukan sebuah kode rahasia yang selama ini kerap dipakai para pelaku untuk menyamarkan identitas-identitas terkait.

Penemuan kode rahasia dalam praktik korupsi itu ternyata bukan kali pertama terjadi. Jauh sebelumnya, pihak KPK juga telah berhasil menyingkapkan sejumlah kode rahasia lainnya dalam praktik korupsi yang kerap digunakan oleh para pejabat negara ini.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin – ist

Kode-Kode Rahasia yang Dipakai Pejabat untuk Korupsi

Lalu, apa saja kode-kode rahasia yang selama ini dipakai oleh para pejabat negara dalam melakukan praktik korupsi? Berikut penjelasannya.

Baca juga: RUU Penyadapan dan Upaya Pemberantasan Korupsi

1. Kode Tina Toon

Dalam upayanya untuk mengungkapkan kasus suap perizinan proyek kota terencana Meikarta di Cikarang, yang melibatkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, pihak KPK berhasil memperoleh sebuah fakta baru.

Fakta baru yang dimaksudkan itu ialah ditemukannya kode rahasia yang dipakai pelaku dalam kasus korupsinya itu. Kode rahasia itu disebut sebagai kode ‘Tina Toon’.

“Untuk kode Tina Toon, sudah teridentifikasi orang yang dimaksud, yaitu pejabat setingkat Kasi atau Kabid di Pemkab Bekasi,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (16/10).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Juru Bicara KPK Febri Diansyah – ist

2. Apel Washington dan Apel Malang

Selain kode Tina Toon, kode rahasia lain yang dipakai oleh para pejabat negara untuk melakukan korupsi seperti pernah berhasil diungkapkan oleh pihak KPK ialah Apel Washington dan Apel Malang.

Kode rahasia ini diungkapkan dalam kasus suap proyek Wisma Atlet Jakabaring, Palembang yang digunakan oleh Angelina Sondakh dan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang.

Dari hasil pemeriksaan pihak KPK, kode Apel Washington disebut untuk suap uang dalam kurs dolar Amerika Serikat. Sementara kode Apel Malang digunakan untuk uang suap yang diberikan dalam kurs rupiah.

3. Ahok

Dalam kasus suap yang melibatkan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar, pihak KPK juga telah berhasil mengungkapkan kode rahasia yang disebut dengan istilah ‘Ahok’.

Dalam kasus tersebut, kode rahasia ini dipakai untuk mengganti nama Basuki Hariman, yang merupakan pemberi suap terhadap Patrialis Akbar terkait judicial review UU 41/2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

4. Santri

Kode rahasia lain yang berhasil diungkapkan oleh pihak KPK ialah ‘Santri’. Kode ini dipakai dalam kasus korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama.

Dalam kasus tersebut, para koruptor menggunakan kode ini sebagai pengganti dari tiga nama politikus Golkar yaitu Fahd El Fouz, Zulkarnaen, dan Dendy Prasetia. Ketiga orang tersebut bertugas memengaruhi pejabat Kemenag dalam lelang proyek.*