Mengenal Atlet Kembar Sepak Takraw yang Pernah Jadi Pemulung

Mengenal Atlet Kembar Sepak Takraw yang Pernah Jadi Pemulung

JAKARTA, dawainusa.com Salah satu laga yang dijagokan oleh Indonesia di Asian Games 2018 adalah sepak takraw. Ada yang menarik di laga paling bergengsi se-Asia itu, yakni kehadiran atlet kembar Lena dan Leni di cabang olahraga sepak takraw.

Sosok Lena dan Leni merupakan atlet bersaudara yang pernah mengukir sejumlah prestasi gemilang. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, keduanya pernah menyumbangkan 2 medali perunggu. Sementara medali perak juga pernah disumbangkan pada Sea Games 2017 dan banyak lagi prestasi lainnya.

Namun, tak banyak orang yang tahu jalan panjang perjuangan mereka hingga saat ini. Kesuksesan yang mereka raih bukanlah tanpa rintangan. Terlahir dari keluarga yang pas-pasan membuat mereka harus membanting tulang sejak sekolah.

Baca juga: Berikut Klasemen Sementara Perolehan Medali Asian Games 2018

Ayah mereka, Surtina, seorang buruh tani. Sementara sang ibu, Toniah, seorang ibu rumah tangga. Kesulitan ekonomi membuat mereka juga harus membanting tulang sejak sekolah. Saat keduanya SMP, Lena dan Leni pernah bekerja mencuci piring di kantin SMP untuk memperoleh uang saku.

Bahkan, demi bisa membeli sepatu untuk berlatih sepak takraw, atlet kembar yang lahir di Indramayu, Jawa Barat, pada 7 Juni 1989 itu harus memulung. Tapi hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam menekuni sepak takraw yang mereka cintai.

“Kami juga membantu orang tua, ke sawah, bantu tetangga cuci baju, cuci piring,” kata Lena, seperti dikutip laman Kemenpora.

Semangat pembuktian mengiringi langkah mereka menekuni sepak takraw. “Kami tak ingin mengecewakan yang memberi fasilitas. Mau tak mau harus buktiin. Kini sepak takraw jadi hobi, jadi prestasi. Hobi tapi dibayar kan enak banget,” kata Lena.

Mereka sudah mendapat pekerjaan dari pemerintah daerah berkat prestasinya. Keduanya juga bisa membiayai orang tuanya naik haji. Mereka mendaftarkan orang tuanya pada 2010 saat mendapat bonus Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan ayah-ibu mereka sudah berangkat berhaji pada 2014. “Saat mereka berangkat kami sedang ada di Korea (Asian Games),” kata Lena.

Mengenang Saat Keduanya Jadi Pemulung

Baru-baru ini Leni memajang foto dua anak kecil yang memulung di akun Instagramnya. Ia juga menitipkan pesan bahwa semuanya tak akan berubah jika seseorang tak berniat mengubahnya.

“Kehidupan ini keras.. Saudara.. Tapi jangan gampang menyerah dengan keadaan. Allah tidak akan merubah jika kita tidak merubahnya sendiri. Semua butuh proses.,Perjuangan dan Doa. Aku bukan siapa2.. Cuma Orang kecil.. Yakinlah Allah akan memberi jalan kepada hambanya yg mau Berusaha dan Berdoa. Gambaran hidup.. Throwback.. Semoga bisa menjadi rem.. Biar gak bloong.. Berkah dan Selamat. Aamiin”

Demikian yang Leni tulis dalam deskripsi fotonya tersebut. Menurut Leni, foto tersebut mungkin bukanlah foto ia dan kembarannya. Ia menemukan foto tersebut dan mengingatkan perjuangannya sewaktu kecil. Hal tersebut justru membuat salut para pengikutnya.

“Smngt len..smuax skrg sdh berubah,dan saatx bggakan org tua dan bangsa ini..smoga skses god luck..indonesia emas amiinn,” tulis akun permanaadiet.

“Semoga diberikan yang terbaik di Asian Games ka. Semoga kk Juaranya,” tulis akun backtozero.